Edi Endi kemudian memberikan jawaban. Politisi NasDem itu mengatakan orientasi pembanguanan adalah peningkatan kesejahteraan rakyat.
“Maka, yang harus ditempatkan yang pertama adalah bagaimana menempatkan perioritas Untuk mencapai tujuan maju dan rakyat yang sejahtera. Yang kedua, bedah namanya soal. Apa Masala. Jangan sampai yang namanya kegitn itu mubazir tanpa mengenal apa income, outcome, benefit dari sebuah kegiatan. Setelah dilakukan pemetaan masalah lalu bagaimana dampaknya baru kita mengalokasikan anggaran. Terus yang ketiga, dalam menempatkan perencanaan harus memperhatikan bagaimana caranya keberpihakan terhadap yng namanya masyarakat kecil, terus disabilitas, terus perempuan,” ungkap Edi Endi.
Sementata calon wakil bupati dokter Yulianus Weng menambahkan, soal pentingnya membuat perencanaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Apa yang telah kita sampaikan dapat bermanfaat dan terealisasi maka tentu siklus perencanaan harus kita buat. Tentu yang pertama harus sesuai dengan scejule atau aturan yang telah dibuat oleh kementerian atau peraturan yang berlaku. Scejule ini harus tepati, kapan kita mulai perencanaan, kapan kita usulkan ke Propinsi , atau pusat kapan kita usulkan dengan lembaga DPRD,” ungkap Weng.
Menyanggah jawaban dari paslon nomor urut 2 tersebut, calon bupati Mario Pranda menyinggung sebenarnya THIS ini sudah diproklamirkan oleh pasangan 02 sejak debat pilkada pada 2020 silam.
“Bagaimana waktu itu Kaka Edi ini memaparkan pembangunan berdasarkan zona-zona. Waktu itu Ibu Mia juga menjadi salah satu (kandidat). Jadi tadi saya mencari-cari jawabnya, ini terbukti jawaban dari pihak 02 itu tidak menjawab pernyataan ini dan akhirnya ketimpangan dan pemerataan pembangunan itu terjadi,” ungkap Mario Pranda.
Menurut Mario Pranda, THIS ini merupakan Roadmap atau peta jalan bagi pemerintah atau Bapenas ke pemerintah daerah agar tidak terjadi ketimpangan-ketimpangan pembangunan yang ada di setiap kabupatentau kota yang ada di masing-masing daerah.
Debat yang dimoderatori oleh Desy Natalia dari RRI ini mengusung tema “Peningkatan Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat Berbasis Pembangunan Pariwisata Terintegrasi”.
KPUD Manggarai Barat menghadirkan tiga orang panelis dalam debat tersebut.
Halaman : 1 2






