INFOLABUANBAJO.ID — Gejolak internal mulai mencuat di tubuh Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Manggarai Barat. Sejumlah kader mengaku kecewa setelah Ketua DPD PSI Manggarai Barat, Carles Angliwarman, diduga melakukan perombakan struktur partai secara sepihak tanpa melalui mekanisme musyawarah internal.
Informasi itu terungkap setelah Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Manggarai Barat dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menggelar kunjungan koordinasi ke Sekretariat PSI Manggarai Barat, Senin, 1 Desember 2025. Dalam pertemuan itu, Carles memperkenalkan susunan kepengurusan baru yang berbeda dari struktur awal yang pernah ditetapkan.
Keputusan itu mengejutkan sejumlah kader. Ricky Morgan salah satu kader PSI Manggarai Barat menyebut langkah Carles sebagai tindakan sepihak dan sarat kepentingan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami baru tahu saat KPUD datang. Nama kami hilang begitu saja dari struktur. Tidak ada rapat, tidak ada evaluasi, tidak ada pemberitahuan,” ujarnya kepada Info Labuan Bajo, Senin 1 Desember 2025.
Menurutnya, perubahan struktur seharusnya melalui mekanisme organisasi, bukan keputusan personal.
“Ini partai politik, bukan usaha keluarga. Ketua tidak bisa main coret begitu saja hanya karena merasa berkuasa,” kata dia dengan nada kesal.
Ricky Morgan menilai tindakan itu mencerminkan gaya kepemimpinan otoriter dan tidak mencerminkan semangat keterbukaan politik yang selama ini diklaim PSI.
“Kami bergabung karena PSI mengusung transparansi, demokrasi, dan penghargaan terhadap pendapat. Tapi kenyataannya justru sebaliknya,” katanya.
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2 Selanjutnya






