Menelusuri Gua Liang Bua di Manggarai: Situs Arkeologi Dunia yang Menyimpan Misteri Manusia Flores

- Redaksi

Selasa, 15 April 2025 - 11:32 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menelusuri Gua Liang Bua di Manggarai: Situs Arkeologi Dunia yang Menyimpan Misteri Manusia Flores

Menelusuri Gua Liang Bua di Manggarai: Situs Arkeologi Dunia yang Menyimpan Misteri Manusia Flores

INFOLABUANBAJO.ID – Gua Liang Bua, yang terletak di Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, menjadi sorotan dunia sejak penemuan fosil manusia purba Homo floresiensis pada tahun 2003. Situs arkeologi ini menyimpan sejarah evolusi manusia dan kini menjadi destinasi penelitian ilmiah serta wisata edukasi yang menarik perhatian global.

Penemuan yang dilakukan oleh tim arkeolog dari Indonesia dan Australia ini mengungkapkan keberadaan manusia purba berpostur kecil, yang diperkirakan hidup sekitar 50.000 tahun lalu. Fosil tersebut kemudian dijuluki sebagai “The Hobbit” karena tinggi badannya hanya sekitar 106 cm, namun memiliki struktur tubuh yang unik dan berbeda dari manusia modern.

Baca Juga:  BPOLBF Beberkan Data Turis, Isu Keselamatan Membayangi Labuan Bajo

Menurut Dr. Thomas Sutikna, salah satu peneliti dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, penemuan ini mengubah pemahaman dunia tentang ragam spesies manusia purba. “Liang Bua adalah bukti bahwa manusia memiliki keragaman bentuk yang luar biasa di masa lalu,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Potensi Wisata dan Edukasi

Baca Juga:  Pantai Watu Weri di Desa Repi, Lembor Selatan Diserbu Wisatawan untuk Nikmati Liburan Paskah 2025

Selain sebagai situs penelitian, Gua Liang Bua juga memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata edukatif. Lokasinya yang dapat diakses dari Kota Ruteng membuat tempat ini semakin diminati oleh wisatawan domestik maupun mancanegara.

Pemerintah Kabupaten Manggarai bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi terus mengembangkan fasilitas pendukung, seperti museum mini, jalur interpretasi, dan pusat informasi wisata. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kunjungan wisata sekaligus menjaga kelestarian situs bersejarah tersebut.

Penulis : Reims

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Coreng Pariwisata Labuan Bajo, Pemilik Travel Penipu Turis Asing Terancam Penjara 4 Tahun
APMB Tunda Aksi Jilid II Tolak Kuota 1.000 Wisatawan di TN Komodo, Ini Alasannya
Menjelajahi Pedesaan Flores Bersama Komodo Padar Tour — Keindahan Tersembunyi di Sekitar Labuan Bajo
Kuota 1.000 Wisatawan TN Komodo Belum Dicabut, APMB Siap Gelar Demo Jilid 2: Puluhan Ribu Massa Siap Lumpuhkan Labuan Bajo
Warga Manggarai Barat Tolak Kuota 1.000 Wisatawan di Pulau Padar, Ini Alasan Lengkapnya
Kontras Sikap NasDem: Anggota DPR RI Dukung Pembatasan Wisatawan, DPRD Manggarai Barat Teken Petisi Penolakan
Tangis Pekerja Wisata di Labuan Bajo: Dampak Kuota 1.000 Wisatawan, Rencana Nikah 2027 Batal
Taman Nasional Komodo Jadi Destinasi Terindah ke-2 Dunia, Ini Cara Menikmatinya ala Luxury Getaway di Meruorah

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:54 WITA

Coreng Pariwisata Labuan Bajo, Pemilik Travel Penipu Turis Asing Terancam Penjara 4 Tahun

Minggu, 26 April 2026 - 23:59 WITA

APMB Tunda Aksi Jilid II Tolak Kuota 1.000 Wisatawan di TN Komodo, Ini Alasannya

Sabtu, 25 April 2026 - 14:15 WITA

Menjelajahi Pedesaan Flores Bersama Komodo Padar Tour — Keindahan Tersembunyi di Sekitar Labuan Bajo

Kamis, 16 April 2026 - 23:16 WITA

Kuota 1.000 Wisatawan TN Komodo Belum Dicabut, APMB Siap Gelar Demo Jilid 2: Puluhan Ribu Massa Siap Lumpuhkan Labuan Bajo

Selasa, 14 April 2026 - 21:20 WITA

Warga Manggarai Barat Tolak Kuota 1.000 Wisatawan di Pulau Padar, Ini Alasan Lengkapnya

Berita Terbaru

Gambar Ilustrasi

Hukum & Kriminal

Begini Pengakuan Korban yang Dianiaya Pacar gegara Cemburu Tukang Ojek

Rabu, 13 Mei 2026 - 10:40 WITA