“Ole asi posting…am acu keta so e (Aduh jangan posting, mungkin binatang mereka ini,” tulis akun @erick.
“Genok kampong keta hoo ee…pikir diha am telpon WhatsApp hoo. (Ini orang kampung. Dia pikir ini Video Call😂😂,” ujar @Skyr.
“Ini sudah parah sekali e dan sangat meresahkan. Sedih saja. Asli. Apakah oknum begini tdk bisa ditindak tegas? Kalau dibiarkan kayaknya, seperti pembiaran.” tambah akun @richardusjundu.
Aksi ini terjadi di tengah tren meningkatnya konten live yang digunakan sebagai sarana hiburan hingga mencari penghasilan. Namun, fenomena ini juga membawa tantangan besar terkait moderasi konten dan etika pengguna.
Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa ruang digital bukan tempat tanpa batas. Kebebasan berekspresi harus diiringi dengan tanggung jawab, terutama dalam menjaga kenyamanan dan keamanan pengguna lainnya. ***
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2






