4. Altar Dikosongkan dan Tidak Ada Misa pada Jumat Agung
Setelah misa Kamis Putih, altar gereja akan dilucuti dari hiasan dan kain, melambangkan kesedihan dan duka menjelang kematian Kristus. Tidak ada misa pada Jumat Agung, karena hari itu merupakan hari berkabung bagi Gereja.
5. Awal dari Triduum Paskah
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kamis Putih menjadi pintu gerbang menuju Triduum Paskah, yang mencakup Jumat Agung (hari penyaliban), Sabtu Suci (hari Yesus berada dalam kubur), dan Minggu Paskah (hari kebangkitan). Triduum adalah masa paling sakral dalam tahun liturgi.
6. Tradisi Maundy Money di Inggris
Di Inggris, terdapat tradisi kuno yang dikenal sebagai Maundy Money, di mana raja atau ratu membagikan koin perak kepada sejumlah orang lanjut usia yang dipilih berdasarkan jasa mereka kepada masyarakat. Tradisi ini menekankan pentingnya pelayanan dan amal.
7. Tidak Semua Gereja Rayakan dengan Cara yang Sama
Meski Kamis Putih diperingati oleh banyak gereja Kristen, cara perayaannya bisa berbeda. Gereja Katolik dan Ortodoks biasanya mengadakan misa khusus, sementara beberapa gereja Protestan lebih menekankan pada pengajaran dan perenungan makna kasih Yesus.
Makna Spiritualitas
Hari Raya Kamis Putih mengandung pesan spiritual yang kuat: kasih yang melayani. Yesus tidak hanya mengajarkan tentang kasih, tetapi juga menunjukkannya lewat tindakan nyata. Ia merendahkan diri, melayani, dan menyerahkan diri demi keselamatan umat manusia.
Umat Kristiani diajak untuk meneladani sikap Yesus dalam kehidupan sehari-hari: merendahkan hati, mengasihi sesama, dan menjadi pelayan yang setia di tengah masyarakat.
Hari Raya Kamis Putih adalah lebih dari sekadar hari peringatan dalam kalender liturgi. Ia adalah panggilan bagi setiap orang untuk merenungkan makna kasih, pelayanan, dan pengorbanan. Semoga dengan memahami sejarah dan tradisinya, kita bisa semakin menghayati makna Paskah dalam hidup kita. ***
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2







