Tablo Jalan Salib ini menjadi bagian dari tradisi panjang Gereja Katolik di Manggarai yang selalu menghadirkan makna mendalam dalam setiap perayaan Pekan Suci. Tidak sekadar pertunjukan visual, tetapi sebuah refleksi iman yang hidup. Ratusan umat memadati rute prosesi, berjalan dalam diam, mengikuti setiap adegan dengan hati yang terbuka.
Kehadiran Om Fridus sebagai tokoh sentral membawa nuansa yang kuat dalam peristiwa tersebut. Dengan rambut gondrong dan janggut alami yang menyerupai penggambaran tradisional Yesus, ditambah dengan ekspresi wajah yang sarat makna, ia sukses membawa umat pada pengalaman batin yang mendalam. Ketulusan dalam pembawaan tokoh membuat banyak umat terharu dan menangis sepanjang jalannya prosesi.
Tablo ini tidak hanya menjadi panggung devosi umat Katolik di Ruteng, tetapi juga menjadi simbol persaudaraan, perdamaian, dan pengingat akan kasih sejati. Setiap pemeran, dari serdadu Romawi, perempuan Yerusalem, hingga para murid Yesus, tampil total dan membawa nuansa yang utuh dalam peristiwa ini. Namun, sentralitas peran Yesus menjadikan kehadiran Om Fridus sebagai jembatan spiritual antara kisah dua milenium lalu dan kenyataan iman umat masa kini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Proficiat kepada Om Fridus Dado dan seluruh tim pemeran Tablo Jalan Salib 2025. Semoga karya ini menjadi sumber inspirasi dan kekuatan iman bagi seluruh umat, serta menjadi saksi nyata bahwa kasih Tuhan tetap hadir dan bekerja melalui setiap pribadi yang mau memberi diri sepenuhnya. ***
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2






