“Datang dalam bentuk kontainer, termasuk kursi-kursinya,” ujar mantan Kepala Staf Korem 161/Wira Sakti Kupang itu. “Ini sumbangan utuh dari saya dan teman-teman saya.”
Simon menjelaskan, sistem bongkar-pasang ini tidak hanya mempercepat proses konstruksi, tetapi juga dirancang agar tahan guncangan gempa. Ia melihat desain ini sebagai prototipe yang dapat diterapkan untuk kebutuhan darurat, seperti sekolah atau fasilitas umum di daerah rawan bencana.
“Prototipe seperti ini ke depan dapat digunakan untuk kebutuhan bangunan sekolah-sekolah, khususnya di wilayah yang rawan gempa atau tanah longsor,” ucapnya.
Pastor Paroki St. Mikhael Noa, Romo Richardus Pangkur, membenarkan konsep bangunan kapela tersebut. “Iya, dari portabel,” katanya saat dikonfirmasi pada Sabtu malam.
KOREKSI: Mohon maaf atas kesalahan informasi lokasi. Sebelumnya kami menyebut Kecamatan Pacar. Lokasi yang tepat adalah Paroki St Mikael Noa Kecamatan Mbeliling.”
Penulis : Fons Abun
Editor : R. Nahal
Halaman : 1 2







