Banjir Maut di Musim Kemarau! Air Setinggi Pinggang Terjang Kota Mataram, 30 Ribu Jiwa Jadi Korban!

- Redaksi

Rabu, 9 Juli 2025 - 07:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banjir Maut di Musim Kemarau! Air Setinggi Pinggang Terjang Kota Mataram, 30 Ribu Jiwa Jadi Korban!

Banjir Maut di Musim Kemarau! Air Setinggi Pinggang Terjang Kota Mataram, 30 Ribu Jiwa Jadi Korban!

 

INFOLABUANBAJO.ID — Tak pernah terbayangkan oleh Sahrullah (31), warga Kelurahan Kekalik Jaya, bahwa rumahnya akan berubah jadi lautan lumpur—bukan di musim hujan, melainkan saat kemarau tengah memuncak. Dengan mata sembab dan tubuh yang nyaris roboh karena tak tidur semalaman, ia masih terus mengayunkan potongan triplek, menyendok lumpur tebal yang mengubur lantai rumahnya hingga tak tampak ubin.

“Air tiba-tiba masuk lewat celah pipa saluran pembuangan. Awalnya kecil, lama-lama naik sampai sepinggang,” ujarnya pelan saat ditemui pada Senin (7/7/2025), di tengah reruntuhan perabotan rumah tangga yang basah dan rusak. Tangannya masih sibuk menggeser lumpur cokelat pekat yang berasal dari sawah-sawah yang ikut tergenang banjir.

Banjir hebat yang mengejutkan ini terjadi pada Minggu, 6 Juli 2025—tepat ketika langit seharusnya cerah dan tanah seharusnya kering. Tapi kenyataan justru berbanding terbalik. Curah hujan ekstrem selama enam jam berturut-turut—mencapai 4,2 miliar liter air—membuat Sungai Ancar dan sungai-sungai lain di Kota Mataram meluap, tak mampu menahan limpasan air hujan yang tertahan gelombang pasang laut.

Baca Juga:  Sadis, Kades di Welak Diduga Mempersulit Bantuan Untuk Warga yang Kena Bencana Kebakaran Rumah

Hasilnya? Bencana luar biasa.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB mencatat enam kecamatan terdampak langsung, lebih dari 30.000 warga terkena imbas, 520 orang terpaksa mengungsi, 35 orang dilarikan ke rumah sakit, dan satu nyawa melayang akibat sengatan listrik.

Penulis : Tim Info Labuan Bajo

Editor : Redaksi

Berita Terkait

PLN Sebut Akan Survei Maret–April Terkait Ratusan Rumah di Macang Pacar yang Belum Dialiri Listrik
Ironi HUT Manggarai Barat ke 23, Ratusan Rumah di Macang Pacar Belum Tersentuh Listrik PLN
Polemik Tak Usai: Bisnis, Tanah, dan Jerat Hukum yang Membelit Nama Pater Marsel Agot di Labuan Bajo
Anak Sekolah Seberangi Jembatan Darurat, Warganet Soroti Ketimpangan Infrastruktur Manggarai Barat
Dedi Mulyadi Terbang ke Maumere, 12 Perempuan Korban TPPO Dipulangkan ke Jabar
Diduga Tertekan Tagihan Koperasi Harian, Petani di Manggarai Ditemukan Tewas Gant*ng Diri
Mini Bus Jurusan Werang-Labuan Bajo Terjun ke Jurang 13 Meter, Begini Penjelasan Polisi
Sikap Tertutup Provinsial SVD Ruteng Picu Spekulasi Publik soal Sengketa Tanah Imam di Labuan Bajo

Berita Terkait

Rabu, 25 Februari 2026 - 17:14 WITA

PLN Sebut Akan Survei Maret–April Terkait Ratusan Rumah di Macang Pacar yang Belum Dialiri Listrik

Rabu, 25 Februari 2026 - 15:11 WITA

Polemik Tak Usai: Bisnis, Tanah, dan Jerat Hukum yang Membelit Nama Pater Marsel Agot di Labuan Bajo

Selasa, 24 Februari 2026 - 13:27 WITA

Anak Sekolah Seberangi Jembatan Darurat, Warganet Soroti Ketimpangan Infrastruktur Manggarai Barat

Senin, 23 Februari 2026 - 11:42 WITA

Dedi Mulyadi Terbang ke Maumere, 12 Perempuan Korban TPPO Dipulangkan ke Jabar

Minggu, 22 Februari 2026 - 19:03 WITA

Diduga Tertekan Tagihan Koperasi Harian, Petani di Manggarai Ditemukan Tewas Gant*ng Diri

Berita Terbaru