Cinta dalam Pelukan Adat: Upacara Perkawinan Sakral Senator dr. Stevi Harman dan Mario Pranda di Tanah Leluhur

- Redaksi

Jumat, 18 Juli 2025 - 16:51 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Stevi tampak anggun dalam balutan kebaya lembut dan songke bermotif ayam jantan—simbol kesuburan, kekuatan, dan keberanian perempuan Manggarai. Di kepalanya, tersemat mahkota emas khas Manggarai, membuatnya tampak seperti lonto leok, perempuan bangsawan dalam dongeng-dongeng tua.

Stevi tampak anggun dalam balutan kebaya lembut dan songke bermotif ayam jantan—simbol kesuburan, kekuatan, dan keberanian perempuan Manggarai. Di kepalanya, tersemat mahkota emas khas Manggarai, membuatnya tampak seperti lonto leok, perempuan bangsawan dalam dongeng-dongeng tua.

INFOLABUANBAJO.ID —  Udara sejuk pegunungan mengalun lembut, membawa aroma rerumputan dan embusan angin yang datang dari bukit-bukit hijau. Di sebuah kampung kecil bernama Lukup, Desa Renda, suasana terasa berbeda dari biasanya. Bukan hanya karena keramaian warga yang berkumpul, tapi juga karena semesta seperti sedang bersiap menyambut peristiwa sakral yang sudah lama dinanti: upacara adat perkawinan seorang putri daerah yang kini menjabat sebagai Senator Republik Indonesia, dr. Stevi Harman, dengan pria pujaan hatinya, Mario Pranda.

Dalam suasana yang sarat adat dan penuh khidmat, dua hati disatukan, dua keluarga dijalin, dan dua kampung dipertemukan dalam ritus kuno Manggarai yang dikenal dengan nama Cikat Kina Wagal Kaba. Inilah perayaan cinta yang tidak hanya mengukuhkan janji suci pernikahan, tetapi juga menghidupkan kembali nilai-nilai luhur yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Menyulam Cinta di Tengah Tanah Leluhur

Sebelum sampai pada prosesi adat ini, pasangan Stevi dan Mario telah lebih dahulu mengikrarkan janji suci dalam pernikahan Katolik di Gereja St. Stefanus Cilandak, Jakarta Selatan, pada 5 Juni lalu. Namun di Manggarai, tanah kelahiran leluhur Stevi, cinta tak cukup hanya dirayakan secara sakramental. Ia harus dipatrikan dalam upacara adat—disaksikan leluhur, dikukuhkan oleh komunitas, dan dimeteraikan oleh ritus-ritus yang telah dijaga sejak zaman nenek moyang.

Bagi dr. Stevi Harman, yang adalah putri sulung dari tokoh nasional dan anggota DPR RI Benny K. Harman, melangsungkan Wagal bukan sekadar formalitas. Ini adalah bentuk pulang ke akar, sebuah penghormatan terhadap darah dan tanah yang membesarkannya. Dan bagi Mario Pranda, lelaki asal Pogo, Welak, Manggarai Barat, ini adalah momen dirinya diterima secara adat ke dalam keluarga besar sang istri—sebuah penghormatan dan tanggung jawab sekaligus.

Busana Adat dan Simbol-Simbol Kehormatan

Hari itu, dr. Stevi tampak anggun dalam balutan kebaya lembut dan songke bermotif ayam jantan—simbol kesuburan, kekuatan, dan keberanian perempuan Manggarai. Di kepalanya, tersemat mahkota emas khas Manggarai, membuatnya tampak seperti lonto leok, perempuan bangsawan dalam dongeng-dongeng tua.

Di sisi lain, Mario tampil gagah mengenakan baju panjang putih, ikat kepala tenun, selempang adat, serta sabuk merah menyala yang menjuntai di pinggang. Di sana, sebilah parang tergantung—lambang bahwa ia kini bukan lagi tamu, melainkan bagian utuh dari keluarga, siap menjaga dan melindungi.

Langkah mereka berdua keluar dari mbaru gendang—rumah adat utama—menjadi simbol kelahiran baru sebagai pasangan sah menurut adat Manggarai. Diiringi tetabuhan gong dan tambur, sorak-sorai warga, dan riuh kamera, mereka berjalan perlahan di bawah payung merah berhias benang emas, simbol keberkahan dan perlindungan dari para leluhur.

Baca Juga:  Polres Manggarai Beberkan Kronologi Penemuan Pria Tak Bernyawa di Depan Gereja Katedral Lama Ruteng

Caci: Tarian Perang yang Menghidupkan Doa

Di tengah lapangan, deretan pria berpakaian adat berdiri gagah. Mereka bukan sekadar penari. Mereka adalah petarung budaya yang akan mempersembahkan Caci—tarian perang yang menjadi inti dari penyambutan dan perayaan adat. Dengan cambuk di tangan kanan dan tameng rotan di kiri, mereka beradu gerak dan teriakan dalam irama yang menggugah.

“Caci bukan hanya tontonan. Ia adalah doa dalam bentuk tarian,” ujar salah seorang tua adat.

Selama dua hari berturut-turut, para penari dari berbagai kampung datang silih berganti. Hentakan kaki mereka membentuk ritme yang menyatu dengan bumi. Cambuk yang berayun dan tameng yang menangkis menggambarkan keteguhan dan kesiapan kaum pria dalam melindungi keluarga dan komunitas. Dan dalam konteks perkawinan ini, Caci menjadi simbol harapan: agar rumah tangga baru ini kuat menghadapi segala ujian hidup, tangguh dalam cinta, dan kokoh dalam iman.

Wagal: Prosesi yang Mengikat Dua Dunia

Puncak dari seluruh rangkaian ini adalah Wagal, sebuah pengukuhan sah secara adat. Di sinilah seng paca (uang mahar) diserahkan dari pihak pria ke pihak perempuan—simbol pertukaran tanggung jawab dan penghormatan terhadap nilai perempuan dalam budaya Manggarai. Tak hanya uang, kerbau pun disiapkan—atau jika tak ada, dapat diganti dengan uang tunai sesuai kesepakatan.

Penulis : Tim Info Labuan Bajo

Editor : Redaksi

Berita Terkait

BREAKING NEWS: Umat Katolik Mangggarai Raya Berduka, Pastor Thomas Krump SVD Dikabarkan Meninggal Dunia
Hujan Deras Picu Sungai Meluap di Golo Mori, Warga Kampung Soknar Minta Solusi Permanen dari Pemerintah
Banjir Rendam Sejumlah Rumah Warga di Kampung Soknar, Golo Mori
Seorang Pria Babak Belur Dikeroyok 4 Orang di Labuan Bajo, Anak Korban Saksikan Ayahnya Dipukul Pakai Kayu
Aktivis Manggarai Barat Gelar Aksi Tunggal, Kritik Pedagang Liar yang Intimidasi Juru Parkir di Pasar Batu Cermin
Dewan Pers Imbau Wartawan Tidak Meminta THR ke Instansi Menjelang Idul Fitri 1447 H
Luka di Wajah Bocah Akibat Gigitan Anjing, Ancaman Rabies Masih Mengintai di Manggarai Timur
Eks Karyawan Warung Kuliner di Labuan Bajo Ancam Lapor ke Disnaker, Tegaskan Penjelasan Mantan Majikan Tidak Benar

Berita Terkait

Minggu, 15 Maret 2026 - 19:13 WITA

BREAKING NEWS: Umat Katolik Mangggarai Raya Berduka, Pastor Thomas Krump SVD Dikabarkan Meninggal Dunia

Sabtu, 14 Maret 2026 - 22:32 WITA

Hujan Deras Picu Sungai Meluap di Golo Mori, Warga Kampung Soknar Minta Solusi Permanen dari Pemerintah

Sabtu, 14 Maret 2026 - 22:06 WITA

Banjir Rendam Sejumlah Rumah Warga di Kampung Soknar, Golo Mori

Sabtu, 14 Maret 2026 - 11:55 WITA

Aktivis Manggarai Barat Gelar Aksi Tunggal, Kritik Pedagang Liar yang Intimidasi Juru Parkir di Pasar Batu Cermin

Jumat, 13 Maret 2026 - 09:53 WITA

Dewan Pers Imbau Wartawan Tidak Meminta THR ke Instansi Menjelang Idul Fitri 1447 H

Berita Terbaru

Banjir Rendam Sejumlah Rumah Warga di Kampung Soknar, Golo Mori

Breaking News

Banjir Rendam Sejumlah Rumah Warga di Kampung Soknar, Golo Mori

Sabtu, 14 Mar 2026 - 22:06 WITA