“Kalau begini caranya, apa bedanya dengan pertandingan settingan? Panitia tidak layak dipercaya. Ini bukan sekadar turnamen kotor, tapi penghianatan terhadap sportivitas,” tambah Official RNR.
Skandal yang Memalukan Manggarai Barat
Kondisi semakin panas hingga perdebatan berlangsung berjam-jam tanpa solusi. Puncaknya, Putri RNR memilih mundur dengan alasan menjaga martabat klub dan sportivitas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Lebih baik walk out daripada ikut turnamen busuk. Bupati Cup harusnya jadi kebanggaan Manggarai Barat, tapi justru jadi bahan tertawaan. Bagaimana wajah kita di depan tim luar daerah, bahkan ada pemain dari Timor Leste yang ikut. Malu besar kita satu Manggarai Barat!” ujarnya lantang.
Desakan Bubarkan Turnamen
Dengan nada keras, Official RNR menutup pernyataan:
“Kalau panitia tidak bisa menegakkan aturan yang mereka buat, lebih baik bubarkan saja turnamen ini. Jangan kotori nama Bupati dan jangan permalukan Manggarai Barat di depan publik.”
Turnamen yang awalnya digadang-gadang sebagai panggung sportivitas, kini berubah menjadi cermin kelam manajemen olahraga di Manggarai Barat.
Hingga berita ini dirilis, pihak panitia masih belum berhasil dikonformasi terkait tudingan intervensi, permainan kotor, dan keberpihakan yang kini menyeruak kuat di publik. ***
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2






