INFOLABUANBAJO.ID – Kondisi memprihatinkan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sewar, Desa Sewar, Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat, kembali menjadi sorotan publik. Setelah sebelumnya terseret kasus kepala sekolah yang tidak masuk kerja selama 1 tahun 4 bulan, kini terungkap persoalan lain yang tak kalah mencengangkan: ratusan lembar zink bantuan bencana tahun 2019 ternyata masih disimpan oleh mantan kepala sekolah hingga saat ini, sementara atap gedung sekolah nyaris ambruk.
Kisruh soal bantuan tersebut bermula dari keluhan sejumlah orang tua murid yang mempertanyakan keberadaan 200 lembar zink bantuan pemerintah yang diberikan pasca angin puting beliung menerjang sekolah pada tahun 2019 silam. Bantuan itu seharusnya digunakan untuk memperbaiki atap sekolah yang rusak parah akibat bencana.
“Ini bencana tahun 2019. Waktu itu ada bantuan sekitar 200 lembar zink, tapi sampai sekarang kondisinya tetap seperti ini. Kami tidak tahu ke mana perginya sisa bantuan itu,” ungkap salah satu orang tua murid.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Saat dikonfirmasi, Stanislaus Madi, mantan kepala SDN Sewar yang menjabat saat bantuan itu diterima, membenarkan bahwa tidak semua zink telah digunakan. Ia menyebut bahwa 80 lembar telah terpasang pada bangunan yang mengalami kerusakan, sementara 120 lembar sisanya masih disimpannya hingga sekarang.
“Saya mantan kepala SDN Sewar. Dari bantuan itu, 80 lembar sudah dipasang sejak pertama kali zink tersebut diterima. Sisanya, sekitar 120 lembar, masih ada di saya,” kata Stanislaus.
Bangunan Sekolah Terbengkalai dan Tidak Layak
Kondisi SDN Sewar kini jauh dari kata layak untuk kegiatan belajar mengajar. Berdasarkan pantauan langsung anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat yang mengunjungi lokasi, sejumlah gedung sekolah terlihat rusak dan tidak terawat.
Dalam foto yang dibagikan oleh Anggota DPRD Kanisius Jehabut, tampak jelas atap beberapa ruang kelas miring dan hampir terlepas dari rangka bangunan. Dinding-dinding dipenuhi lumut dan noda kelembapan karena bocor dan tidak pernah diperbaiki. Sebagian bangunan bahkan tampak tidak layak pakai, dengan cat yang mengelupas dan struktur yang mulai rapuh.
Kondisi lingkungan sekolah pun tidak kalah memprihatinkan. Rumput liar dan semak belukar tumbuh subur di halaman sekolah, menandakan tempat tersebut tidak terurus dalam waktu lama. Suasana ini menciptakan kesan sekolah yang terbengkalai dan terabaikan.
DPRD Turun Tangan, Desak Evaluasi Total
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2 Selanjutnya






