Hilarius menegaskan bahwa pemerintah belum memiliki rencana pasti untuk merealisasikan janji tersebut, bahkan tahun depan pun belum ada peluang untuk pelaksanaan pembangunan di Desa Lewat.
“Sebaiknya rencana pembangunan jalan dan jembatan di Desa Lewat dibicarakan dalam forum musyawarah tingkat desa dan kecamatan, agar bisa menjadi skala prioritas daerah,” tambahnya.
Ia juga menyoroti bahwa keluhan warga—terkait akses jalan, jembatan, listrik, hingga pelayanan kesehatan dan pendidikan—merupakan pelayanan dasar yang seharusnya diangkat dari tingkat bawah agar bisa masuk dalam perencanaan kabupaten.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, warga Kampung Mataroang mengaku kecewa dengan sikap Bupati Edi Endi yang telah dua kali mengumbar janji tanpa realisasi. Mereka menilai, tidak adanya akses jalan dan jembatan membuat aktivitas warga lumpuh, termasuk kesulitan membawa pasien ke fasilitas kesehatan serta mengangkut hasil pertanian ke Labuan Bajo.
“Kami merasa ditipu oleh bupati. Dua kali janji, dua kali juga kami kecewa,” kata Jibril Kurniawan, koordinator aksi.
Hingga kini, warga berharap pemerintah daerah benar-benar memprioritaskan pembangunan di wilayah mereka, bukan hanya sekadar janji politik yang berulang setiap masa kampanye. ***
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2






