Di Labuan Bajo, aparat sebelumnya mengungkap praktik penjualan ilegal solar subsidi di wilayah pesisir—menambah daftar panjang persoalan tata kelola distribusi BBM di Flores bagian barat.
Ekonomi Masyarakat Terganggu
Kelangkaan BBM menambah tekanan pada sektor ekonomi lokal. Transportasi barang tersendat. Usaha kecil, pertanian, hingga nelayan merasakan dampak langsung kenaikan biaya operasional.
“Kalau BBM mahal, kami tidak bisa melaut. Pendapatan otomatis turun,” kata seorang nelayan di pantai utara Manggarai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Respons Pemerintah Masih Dinilai Belum Cukup
Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur menyatakan akan memperketat pengawasan distribusi BBM bersubsidi dari SPBU ke konsumen. Aparat kepolisian sebelumnya juga melakukan monitoring ke sejumlah SPBU, termasuk Mena, Mbaumuku, dan Carep, untuk memastikan tidak ada penimbunan maupun praktik ilegal.
Namun warga menilai langkah ini belum menyentuh akar masalah. Di desa-desa terpencil, akses menuju SPBU masih sangat terbatas, membuat penjualan eceran menjadi satu-satunya pilihan.
“Pengawasan harus menyeluruh, bukan hanya di kota,” kata seorang tokoh masyarakat Borong.
Tuntutan Reformasi Distribusi BBM
Krisis berulang—dari Ruteng, Borong, hingga Labuan Bajo—menjadi sinyal bahwa persoalan distribusi BBM di Flores tidak lagi sekadar teknis. Warga mendesak pemerintah dan aparat menindak tegas penjualan ilegal, memperbaiki tata distribusi, dan memastikan akses BBM terjangkau.
Selama akar persoalan tidak dibenahi, kelangkaan BBM di Manggarai diperkirakan akan terus berulang. Warga kembali berharap pemerintah bergerak cepat, sebelum krisis berkepanjangan ini semakin menekan kehidupan ekonomi masyarakat kecil.
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2






