“Natal kali ini berubah menjadi hari yang buruk bagi paroki kami,” ujar seorang umat dengan suara bergetar.
Hingga kini, pihak paroki masih menghimpun informasi terkait kondisi medis dan penyebab wafatnya Pastor Joram. Gereja Katolik setempat, khususnya Paroki St. Dominic Mubaira, kini tenggelam dalam suasana duka mendalam atas kepergian gembala yang mereka cintai.
Pastor Agustinus Joram, yang akrab disapa Pastor Gusty, lahir di Namo, Desa Munting, Kecamatan Lembor Selatan, Manggarai Barat, pada 29 Desember 1979. Ia menyelesaikan novisiat SVD di Kuwu pada 2002 dan menempuh pendidikan filsafat serta teologi di Seminari Tinggi Santo Paulus Ledalero, Flores.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia ditahbiskan sebagai imam pada 2009 dan sempat melayani di Paroki Santo Yohanes Pembaptis, Maumere, sebelum menjalani karya misioner di Zimbabwe sekitar 15 tahun lalu. Di negara tersebut, Pastor Gusty mempelajari bahasa Inggris dan Shona, serta melayani selama bertahun-tahun di salah satu paroki terbesar di Harare sebelum diutus ke Misi Mubayira.
Dedikasinya sebagai misionaris dikenal luas, terutama dalam semangat mewartakan Kabar Baik di wilayah pelayanan yang penuh tantangan. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi umat di Zimbabwe, tetapi juga bagi Gereja Katolik di Indonesia, khususnya di tanah Manggarai.
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2






