INFOLABUANBAJO.ID — Tim SAR Gabungan terus mengintensifkan pencarian terhadap seorang warga yang dilaporkan hilang setelah melompat dan tenggelam di objek wisata Air Terjun Tiwu Pa’i, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Memasuki hari kelima operasi pencarian, Kamis, 15 Januari 2026, area penyisiran diperluas hingga ke muara sungai.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, operasi SAR difokuskan pada penyisiran aliran sungai serta penyelaman di sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi keberadaan korban. Pencarian dimulai sejak pukul 06.00 WITA dengan melibatkan tiga Satuan Tugas (SRU) yang dibagi berdasarkan wilayah kerja.
SRU I melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian kecelakaan (LKK), termasuk menyusuri pinggiran sungai dan melakukan penyelaman di titik koordinat 8°19’57.82″S – 120°22’17.53″E. Tim penyelam bekerja dengan kewaspadaan tinggi mengingat kondisi debit air sungai yang cenderung fluktuatif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, SRU II menyisir aliran sungai sejauh kurang lebih tiga kilometer dari lokasi kejadian. Adapun SRU III melakukan pemantauan di area muara sungai dengan menggunakan perahu karet bermesin 30 PK untuk mengantisipasi kemungkinan korban terbawa arus hingga ke hilir.
Operasi pencarian ini melibatkan sejumlah unsur lintas instansi, antara lain Pos SAR Manggarai Barat, Direktorat Polairud Polda NTT, Pos TNI AL Reo, Polsek Reo, Koramil 1612-02/Reo, BPBD Kabupaten Manggarai, aparat desa setempat, serta masyarakat sekitar yang turut membantu proses pencarian.
Namun, upaya pencarian tidak berjalan tanpa hambatan. Cuaca buruk berupa hujan lebat dan angin kencang, serta meningkatnya debit air sungai, menjadi tantangan utama di lapangan. Kondisi tersebut menuntut kewaspadaan ekstra, terutama bagi tim penyelam yang beroperasi di perairan dengan arus deras dan visibilitas terbatas.
Kronologi Kejadian
Peristiwa ini bermula pada beberapa hari lalu ketika korban dilaporkan berada di kawasan wisata Air Terjun Tiwu Pa’i. Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, korban diduga melompat ke aliran air terjun sebelum akhirnya tenggelam dan tidak muncul kembali ke permukaan. Warga yang menyaksikan kejadian tersebut sempat berupaya memberikan pertolongan, namun korban dengan cepat terbawa arus deras sungai.
Laporan kejadian kemudian diteruskan kepada aparat setempat dan Pos SAR Manggarai Barat. Sejak saat itu, operasi pencarian dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai unsur terkait hingga hari kelima pencarian.
Hingga berita ini diturunkan, korban belum ditemukan. Tim SAR Gabungan menyatakan akan terus melanjutkan pencarian dengan tetap memprioritaskan keselamatan seluruh personel. Pemantauan terhadap kondisi cuaca dan arus sungai dilakukan secara berkala untuk mendukung kelancaran dan keamanan operasi SAR.
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi






