Sebulan Lebih Rumah Warga Wae Togo Dihancurkan, Polres Manggarai Barat Belum Tetapkan Tersangka, Ada Apa?

- Redaksi

Rabu, 14 Januari 2026 - 12:01 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebulan Lebih Rumah Warga Wae Togo Dihancurkan, Polres Manggarai Barat Belum Tetapkan Tersangka, Ada Apa?

Sebulan Lebih Rumah Warga Wae Togo Dihancurkan, Polres Manggarai Barat Belum Tetapkan Tersangka, Ada Apa?

INFOLABUANBAJO.ID — Lebih dari sebulan setelah tiga rumah warga Kampung Wae Togo, Kecamatan Lembor Selatan, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, dirusak massa, kepolisian belum menetapkan satu pun tersangka. Lambannya proses hukum ini meninggalkan para korban dalam kondisi kehilangan tempat tinggal, trauma psikologis, dan tanpa kepastian keadilan.

Peristiwa pengrusakan terjadi pada Sabtu, 15 November 2025, sekitar pukul 11.00 WITA. Tiga rumah milik Pius Hadun (73), Raimundus (72), dan Ignasius Rangsung (55) dirusak sekelompok orang yang diduga berasal dari Kampung Pela. Aksi itu disebut dilakukan secara beramai-ramai, dengan sebagian pelaku membawa senjata tajam. Total kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Namun hingga akhir Desember 2025, Polres Manggarai Barat belum mengumumkan perkembangan signifikan atas perkara tersebut. Padahal, laporan polisi telah dibuat dengan nomor LP/B/187/XI/2025/SPKT/POLRES MANGGARAI BARAT, dan sejumlah saksi disebut telah dimintai keterangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami hanya bisa menyelamatkan diri. Mereka datang ramai-ramai. Kami tidak berani melawan,” kata Pius Hadun saat ditemui terpisah.

Akibat pengrusakan itu, para korban terpaksa hidup berpindah-pindah, menumpang di rumah kerabat. Perayaan Natal pun dilalui dalam suasana duka dan keterbatasan. Anak-anak korban dilaporkan mengalami trauma dan enggan bersekolah.

Baca Juga:  Oknum Polisi di NTT Diduga Suruh Buka Baju Korban Pemerkosaan saat Proses BAP

“Kalau dengar suara keras sedikit saja, anak-anak langsung menangis,” ujar Kristina, istri salah satu korban.

Kerugian Ratusan Juta

Rumah milik Pius Hadun yang masih dalam tahap pembangunan dihancurkan hingga rata dengan tanah. Tumpukan kayu bangunan yang di dalamnya tersimpan uang tunai Rp16 juta ikut dibakar. Total kerugiannya diperkirakan mencapai Rp75 juta.

Sementara itu, rumah Raimundus mengalami kerusakan berat pada rangka, dinding, dan atap, dengan nilai kerugian sekitar Rp60 juta. Rumah Ignasius Rangsung mengalami kerusakan pada bagian depan hingga roboh, dengan taksiran kerugian Rp30 juta.

Ketiga korban membantah tudingan keterlibatan mereka dalam pembongkaran pagar di lahan sengketa yang disebut-sebut menjadi pemicu kemarahan massa. Mereka menegaskan tidak memiliki hubungan dengan peristiwa tersebut.

“Saya tidak tahu kenapa kami yang dituduh. Rumah saya justru dirusak habis, uang saya terbakar,” kata Pius.

Proses Hukum Mandek

Meski laporan telah diterima polisi dan pemeriksaan saksi dilakukan, hingga kini belum ada penetapan tersangka maupun penjelasan resmi terkait arah penyidikan. Kondisi ini memicu kekecewaan keluarga korban dan warga sekitar.

“Sudah hampir sebulan, tapi tidak ada kejelasan. Kami seperti dibiarkan hidup dalam ketakutan,” kata Maria, anggota keluarga korban.

Baca Juga:  Teror Berlanjut! Gendang Pela Ukur Paksa Tanah Wae Togo Saat Kasus Perusakan Rumah Menggantung

Pius Hadun, yang juga tokoh adat Wae Togo, menyayangkan terjadinya kekerasan tersebut. Menurut dia, konflik lahan yang telah berlangsung lama seharusnya diselesaikan melalui mekanisme hukum dan adat, bukan dengan tindakan main hakim sendiri.

“Masalah tanah ini sudah dimediasi pada 2023 di kantor camat, tapi belum selesai. Namun merusak rumah warga tidak bisa dibenarkan dalam kondisi apa pun,” ujarnya.

Ia mendesak aparat kepolisian, baik Polsek Lembor maupun Polres Manggarai Barat, bertindak tegas untuk mencegah potensi konflik lanjutan dan aksi balasan.

Desakan Penegakan Hukum

Sejumlah tokoh masyarakat setempat menilai lambannya penanganan kasus ini mencerminkan lemahnya perlindungan negara terhadap warga di tingkat kampung. Mereka mendesak kepolisian segera menetapkan tersangka dan memberikan jaminan keamanan bagi para korban.

“Negara tidak boleh kalah oleh kekerasan. Penegakan hukum yang tegas penting agar konflik tidak berlarut dan keadilan benar-benar dirasakan warga,” kata Heribertus, tokoh masyarakat Lembor Selatan.

Hingga berita ini diturunkan, Polres Manggarai Barat belum memberikan keterangan resmi mengenai perkembangan penyidikan maupun alasan belum ditetapkannya tersangka. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Manggarai Barat, AKP Lufthi Darmawan Aditya, yang dihubungi beberapa kali, belum memberikan respons.

Penulis : Tim Info Labuan Bajo

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Dugaan Penipuan Koperasi Obor Mas Labuan Bajo: Diimingi Kredit Besar, Calon Nasabah Stor Uang hingga Ada yang Rugi Puluhan Juta Rupiah
Skandal Dugaan Penipuan Koperasi Obor Mas Labuan Bajo, Korban Rugi Puluhan Juta: Kami Dijebak Iming-iming Saham
Dua Polisi Terluka Saat Amankan Demo di Kantor Gubernur NTT, Massa Lempar Batu hingga Petugas Dilarikan ke Rumah Sakit
Terapis Pria di Spa Labuan Bajo Diduga Lecehkan Turis, Ending Kasusnya Bikin Kaget
Uang Puluhan Juta Milik Warga Labuan Bajo Diduga Ditipu KSP Obor Mas, Kasus Sudah 2 Tahun
Meski Kerap Mencaci di Medsos, Oknum Guru di Ruteng Justru Dapat Apresiasi Pastor dan Kepala Sekolah, Netizen Bereaksi
Digerebek di Siang Bolong! Dua Pemuda di Labuan Bajo Tertangkap, Sabu Disembunyikan di Kotak Rokok
Tidak Cukup Bukti, Dua Tersangka di Polres Manggarai Barat Bebas dari Jeratan Hukum Kasus Pemalsuan Surat

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 14:16 WITA

Dugaan Penipuan Koperasi Obor Mas Labuan Bajo: Diimingi Kredit Besar, Calon Nasabah Stor Uang hingga Ada yang Rugi Puluhan Juta Rupiah

Sabtu, 9 Mei 2026 - 11:21 WITA

Skandal Dugaan Penipuan Koperasi Obor Mas Labuan Bajo, Korban Rugi Puluhan Juta: Kami Dijebak Iming-iming Saham

Jumat, 8 Mei 2026 - 17:43 WITA

Dua Polisi Terluka Saat Amankan Demo di Kantor Gubernur NTT, Massa Lempar Batu hingga Petugas Dilarikan ke Rumah Sakit

Jumat, 8 Mei 2026 - 15:27 WITA

Terapis Pria di Spa Labuan Bajo Diduga Lecehkan Turis, Ending Kasusnya Bikin Kaget

Rabu, 6 Mei 2026 - 17:23 WITA

Uang Puluhan Juta Milik Warga Labuan Bajo Diduga Ditipu KSP Obor Mas, Kasus Sudah 2 Tahun

Berita Terbaru