Puluhan Paus Diduga Pilot Whale Terdampar di Rote Ndao, Ini Penjelasan BKKPN Kupang

- Redaksi

Selasa, 10 Maret 2026 - 21:00 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puluhan Paus Diduga Pilot Whale Terdampar di Rote Ndao, Ini Penjelasan BKKPN Kupang

Puluhan Paus Diduga Pilot Whale Terdampar di Rote Ndao, Ini Penjelasan BKKPN Kupang

INFOLABUANBAJO.ID — Puluhan paus dilaporkan terdampar di pesisir Pantai Mbadokai, Desa Deranitan, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur. Hingga Selasa (10/3/2026), tercatat sebanyak 21 ekor paus mati, sementara 34 ekor lainnya berhasil diselamatkan dan kembali ke laut.

Kepala Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang, Imam Fauzi, mengatakan timnya masih berada di lapangan untuk menyelidiki penyebab insiden tersebut.

“Petugas kami saat ini masih melakukan penyelidikan di lokasi untuk mengetahui penyebab pasti paus-paus itu bisa terdampar,” ujar Imam pada Selasa 10 Maret 2026, sebagaimana dilansir Kompas.id.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menyebutkan bahwa jenis paus tersebut belum dapat dipastikan sepenuhnya. Namun berdasarkan ciri fisik, kuat dugaan bahwa hewan laut itu merupakan paus pilot.

Baca Juga:  Masalah Sampah di Labuan Bajo Jadi Sorotan, Warga Keluhkan Petugas Lamban Angkut Sampah

“Jika dilihat dari bentuk kepala dan siripnya, kemungkinan besar itu adalah paus pilot jenis Long-Finned Pilot Whale (Globicephala melas),” jelasnya.

Imam menjelaskan bahwa kawanan paus tersebut pertama kali terdeteksi mendekati pesisir pada Senin (9/3/2026). Warga setempat bersama aparat TNI dan Polri sempat berupaya menghalau kawanan paus agar tidak terlalu mendekati pantai. Namun upaya tersebut tidak berhasil sepenuhnya karena paus terus bergerak ke arah daratan hingga akhirnya terdampar.

Dari sejumlah paus yang terdampar, warga dan petugas berusaha mendorong kembali sebagian ke laut. Namun proses ini tidak mudah mengingat ukuran dan bobot tubuh paus yang sangat besar.

Baca Juga:  Detik-detik Gibran Pikul Salib di Kupang, Disambut Antusias Warga dan Peserta Pawai

Beberapa paus mengalami luka lecet serta dehidrasi akibat terlalu lama berada di daratan, yang akhirnya menyebabkan kematian.

Setelah dilakukan pengukuran, paus yang mati memiliki panjang bervariasi. Individu terkecil berukuran sekitar 2,4 meter, sementara yang terbesar mencapai 5,1 meter.

Setelah proses identifikasi selesai, bangkai paus kemudian dikuburkan tidak jauh dari lokasi kejadian dengan bantuan alat berat berupa ekskavator.

Sementara itu, upaya penyelamatan terus dilakukan terhadap paus yang masih hidup. Petugas bersama warga berusaha mengarahkan paus yang berada di perairan dangkal agar kembali menuju laut lepas.

Proses tersebut berlangsung sepanjang malam hingga akhirnya sebagian besar paus berhasil diselamatkan.

Penulis : Tim Info Labuan Bajo

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Kemiskinan Ekstrem di Manggarai Timur: Wanita Ini Lumpuh dan Tinggal di Kandang Selama 10 Tahun, Kini Butuh Bantuan Kita
Klarifikasi Emiliana Helni Lewat Kuasa Hukum, Bantah Tuduhan Bunga Tinggi, Berikut Penjelasannya
AWSTAR Bantah Keras Isu Penganiayaan Driver Grab di Labuan Bajo, Sebut Hanya Salah Paham Zonasi
Soal Suruh Jual Diri dan Jual Anak untuk Bayar Utang, Begini Jawaban ASN di Labuan Bajo yang Diduga Pemilik Voice Note Viral
Heboh Oknum Guru Diduga Caci Maki di Medsos, Warga Surati Bupati Manggarai Hery Nabit
BREAKING NEWS: Guru SD di Ruteng Berinisial EH Diperiksa Polres Manggarai Barat Terkait Kasus Ini
VIRAL! Diduga Guru PNS di Ruteng Tulis Komentar Pedas Saat Keluarga Berduka, Netizen: Tak Punya Empati!
Kuota 1.000 Wisatawan TN Komodo Belum Dicabut, APMB Siap Gelar Demo Jilid 2: Puluhan Ribu Massa Siap Lumpuhkan Labuan Bajo

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 10:17 WITA

Kemiskinan Ekstrem di Manggarai Timur: Wanita Ini Lumpuh dan Tinggal di Kandang Selama 10 Tahun, Kini Butuh Bantuan Kita

Jumat, 24 April 2026 - 11:33 WITA

Klarifikasi Emiliana Helni Lewat Kuasa Hukum, Bantah Tuduhan Bunga Tinggi, Berikut Penjelasannya

Rabu, 22 April 2026 - 20:13 WITA

AWSTAR Bantah Keras Isu Penganiayaan Driver Grab di Labuan Bajo, Sebut Hanya Salah Paham Zonasi

Rabu, 22 April 2026 - 00:24 WITA

Soal Suruh Jual Diri dan Jual Anak untuk Bayar Utang, Begini Jawaban ASN di Labuan Bajo yang Diduga Pemilik Voice Note Viral

Selasa, 21 April 2026 - 10:34 WITA

Heboh Oknum Guru Diduga Caci Maki di Medsos, Warga Surati Bupati Manggarai Hery Nabit

Berita Terbaru