Tuduhan Pungli Kepsek SMPN 1 Kuwus Barat Tidak Benar, Berikut Penjelasannya

- Redaksi

Jumat, 17 Mei 2024 - 02:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Gambar Ilustrasi (Foto: Istimewa)

INFOLABUANBAJO — Tuduhan pungutan liar (pungli) terhadap Kepala Sekolah SMPN 1 Kuwus Barat dibantah keras oleh pihak sekolah.

Sebagaimana diketahui, Kepala Sekolah SMPN 1 Biata Florida Setia, S. Ag dituduh telah melakukan pungli senilai ratusan juta oleh Yohanes Sintus, salah satu orang tua murid di Sekolah itu.

Sintus juga telah melayangkan laporan kepada Kejaksaan Negeri Labuan Bajo. Kata dia, laporannya itu kini sedang diproses pihak Kejaksaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Atas laporan yang dilakukan Yohanes Sintus ini, pihak SMPN 1 Kuwus Barat yang terdiri dari Kepala Sekolah yang dimandatkan ke Wakil Kepala Sekolah dan Ketua Komite langsung memberi bantahan keras terhadap laporan itu.

Bertempat di kantor sekolah pada Rabu (15/05), Antonius Konsa, Ketua Komite SMPN 1 Kuwus Barat dengan tegas menyebut semua laporan yang dituduhkan kepada Kepala Sekolah SMPN 1 Kuwus Barat Biata Florida Setia, S. Ag oleh Yohanes Sintus ke Kejaksaan Negeri Labuan Bajo tidak benar.

Baca Juga:  Pencurian Hasil Bumi di Rempo Lembor Makin Marak, Warga Minta Polisi Bertindak Tegas

Terdapat empat poin yang menjadi penjelasan Ketua Komite SMPN 1 Kuwus Barat menanggapi laporan Yohanes Sintus.

Pertama, soal tuduhan pungutan liar uang Komite sebesar Rp 700.000/peserta didik yang dilakukan oleh Komite SMPN 1 Kuwus Barat adalah tidak Benar sebab, uang itu merupakan sumbangan yang diberikan oleh orang tua siswa kepada pihak sekolah.

“Sumbangan tersebut bukan ditetapkan oleh kepala sekolah, tapi merupakan hasil kesepakatan antara orang tua murid dalam rapat komite dan rapat komite yang dipimpin langsung oleh ketua komite beserta seluruh pengurus Komite termasuk Yohanes Sintus selaku wakil ketua komite untuk periode sebelumnya,” tegas Antonius Konsa.

Baca Juga:  Heboh, Oknum Kepsek di Lembor Diduga Terlibat Perbuatan Mesum dengan Staf di Kantor, Warga Minta Dinas Bertindak

Kedua, tuduhan terhadap pungutan uang Rp. 50.000/siswa kata Antonius Konsa, benar adanya, namun penggunaannya jelas yaitu untuk penggusuran tanah sekolah.

“Tetapi tidak lagi berlaku sampai sekarang. Sumbangan pembangunan sudah tidak ada sejak tahun pelajaran 2022/2023 sampai sekarang,” terang Konsa.

Ketiga, lanjut Antonius Konsa, terkait tuduhan terhadap pungutan untuk biaya Asesmen Sekolah juga tidak benar, apalagi tuduhan pungutan uang sebesar Rp 50.000/siswa kelas IX Tahun Pelajaran 2023/2024 untuk biaya penyelenggaraan Asesmen Sekolah tahun 2024 juga tidak benar.

“Sumbangan sebesar Rp 50.000/siswa kelas IX didasarkan pada hasil kesepakatan bersama orang tua murid kelas IX digunakan untuk makan minum ringan siswa kelas IX yang mengikuti Asesment Sekolah,” beber Antonius.

Berita Terkait

Tragis! Driver Grab di Labuan Bajo Diserang OTK saat Jemput Penumpang, Ini Kronologi Lengkapnya
Sopir Pariwisata vs Driver Grab di Labuan Bajo Ricuh di Jalan, Diduga Rebutan Penumpang hingga Berujung Kekerasan
Fakta Baru Kasus Penjualan Komodo: Dibeli Rp5 Juta, Rencana Diselundupkan ke Thailand, 2 Orang Ditangkap
Video Mesum 3 Menit Viral, Diduga Libatkan Oknum TNI dan Mahasiswi di Ruteng
Viral di NTT: Suami Sakit Stroke, Ibu Lurah Diduga Selingkuh dengan Lurah Lain, Digerebek Keluarga hingga Babak Belur
Mucikari di NTT Tega Jual Gadis SMP ke 7 Pria, Korban Bisa Capai 8 Orang, Polisi Sudah Amankan Pelaku
Terungkap, Bukan Cuma 1 Kali, Siswi SMP di NTT Ini Diperkosa 4 Kali Sehari oleh 4 Pria Tak Dikenal: Disekap Tanpa Makan, Pelaku Masih Bebas
Modus Tawari Ojek, Aksi Bejat Pria Asal NTT di Bali, Turis China Diperkosa dan Dirampok

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 20:50 WITA

Tragis! Driver Grab di Labuan Bajo Diserang OTK saat Jemput Penumpang, Ini Kronologi Lengkapnya

Senin, 13 April 2026 - 19:12 WITA

Sopir Pariwisata vs Driver Grab di Labuan Bajo Ricuh di Jalan, Diduga Rebutan Penumpang hingga Berujung Kekerasan

Selasa, 7 April 2026 - 12:38 WITA

Fakta Baru Kasus Penjualan Komodo: Dibeli Rp5 Juta, Rencana Diselundupkan ke Thailand, 2 Orang Ditangkap

Senin, 6 April 2026 - 21:10 WITA

Video Mesum 3 Menit Viral, Diduga Libatkan Oknum TNI dan Mahasiswi di Ruteng

Minggu, 5 April 2026 - 00:44 WITA

Viral di NTT: Suami Sakit Stroke, Ibu Lurah Diduga Selingkuh dengan Lurah Lain, Digerebek Keluarga hingga Babak Belur

Berita Terbaru