“Korban mendapat tiga jahitan akibat luka yang dialaminya,” jelas Kapolresta.
Sementara itu, Bripda Lalu Muhammad Raja Maulidhi juga mengalami luka robek pada bagian pipi kanan saat pengamanan berlangsung.
Meski situasi sempat memanas, aparat kepolisian tetap melakukan pengamanan agar aksi tidak meluas dan kondisi kembali terkendali.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kapolresta Kupang Kota menyesalkan adanya tindakan anarkis dalam aksi penyampaian pendapat tersebut.
Ia menegaskan bahwa aksi demonstrasi merupakan hak setiap warga negara yang dijamin undang-undang, namun pelaksanaannya harus dilakukan secara damai dan tertib.
“Kami menghormati dan menjamin hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Namun kami mengimbau agar penyampaian aspirasi dilakukan secara tertib, damai, dan tidak disertai tindakan anarkis yang dapat merugikan semua pihak,” tegasnya.
Hingga kini, situasi di sekitar Kantor Gubernur NTT dilaporkan telah kembali kondusif usai aparat melakukan pengamanan dan pengendalian massa.
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2







