INFOLABUANBAJO.ID — Kasus hilangnya dokumen jaminan kredit kembali menyeret nama KSP Obor Mas Cabang Labuan Bajo.
Seorang nasabah bernama Elfrida, melalui suaminya Melkior, mengaku kecewa terhadap kinerja manajemen koperasi tersebut setelah dokumen penting berupa BPKB sepeda motor yang dijadikan jaminan kredit dinyatakan hilang.
Peristiwa itu diketahui saat Melkior mendatangi kantor KSP Obor Mas Cabang Labuan Bajo untuk melunasi cicilan terakhir kredit pada Selasa, 15 Juli 2025.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun usai pelunasan dilakukan, pihak koperasi disebut tidak dapat menyerahkan kembali dokumen BPKB milik nasabah.
“Per Selasa 15 Juli 2025, saya mendatangi Kantor Koperasi Obor Mas untuk melunasi cicilan terakhir. Setelah membayar, saya meminta BPKB dikembalikan, tetapi ternyata dokumen itu tidak ada di pihak koperasi,” ungkap Melkior kepada media.
Menurutnya, setelah dilakukan komunikasi dan mediasi berulang kali dengan pihak koperasi, dokumen tersebut tetap belum ditemukan. Bahkan pihak manajemen disebut telah mengakui bahwa BPKB tersebut hilang.
“Ketika dikonfirmasi ulang, pihak Obor Mas menyampaikan kalau BPKB itu hilang dan masih dilakukan pencarian,” katanya.
Melkior mengaku kecewa karena hingga kini, atau hampir setahun setelah pelunasan kredit, dokumen jaminan tersebut belum juga dikembalikan kepada pemiliknya.
Ia meminta pihak koperasi segera mengambil tanggung jawab penuh sebelum persoalan itu dibawa ke langkah lanjutan.
“KSP Obor Mas seharusnya bertanggung jawab. Saya berharap dokumen tersebut segera dikembalikan sebelum ada langkah lanjutan yang diambil,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa pihak koperasi sebelumnya sempat menjanjikan proses pengembalian dokumen akan segera dilakukan. Namun hingga kini belum ada kepastian jelas terkait penyelesaian masalah tersebut.
Sementara itu, Manager KSP Obor Mas Cabang Labuan Bajo, Marianus Bodhe, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa dokumen tersebut sedang dalam proses pengurusan ulang di kantor SAMSAT Labuan Bajo.
“Selamat pagi juga. Sementara lagi diurus prosesnya di kantor SAMSAT,” kata Marianus.
Meski demikian, Marianus belum dapat memastikan kapan dokumen BPKB tersebut bisa diserahkan kembali kepada nasabah.
“Kami juga belum bisa pastikan waktunya karena masih menunggu dari pihak SAMSAT. Kalau sudah selesai urusan di SAMSAT, kami pasti menghubungi anggota. Terima kasih,” tutupnya.
Kasus ini menjadi sorotan karena menyangkut keamanan dokumen jaminan milik nasabah yang seharusnya berada dalam tanggung jawab lembaga keuangan. Hingga berita ini diturunkan, pihak nasabah masih menunggu kepastian pengembalian dokumen resmi kendaraan tersebut.
Saat ini Koperasi Obor Mas juga tengah menghadapi sejumlah persolan lain.
Dalam laporan media Info Labuan Bajo, dugaan penipuan berkedok peningkatan saham koperasi mencoreng nama Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Obor Mas Cabang Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
Seorang oknum pegawai bidang kredit berinisial Wulan diduga menggunakan modus iming-iming pinjaman besar untuk meyakinkan nasabah menyerahkan uang puluhan juta rupiah.
Korban mengaku dijanjikan bisa memperoleh kredit dalam jumlah tinggi apabila meningkatkan saham koperasi dengan menyetor sejumlah uang tambahan.
Namun belakangan, uang yang disetor para nasabah diduga tidak masuk dalam sistem resmi koperasi, melainkan mengalir ke rekening pribadi.
Kasus ini disebut telah berlangsung sejak dua tahun terakhir dan hingga kini belum ada kejelasan pengembalian kerugian maupun kepastian hukum terhadap terduga pelaku.
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2 Selanjutnya






