Pelarangan Film “Pesta Babi” Disorot, Benny K. Harman Sebut Demokrasi Sedang Sakit

- Redaksi

Minggu, 17 Mei 2026 - 08:02 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Politikus senior Benny K. Harman melontarkan kritik keras terhadap tindakan pelarangan dan pembubaran pemutaran film pendek Pesta Babi

Politikus senior Benny K. Harman melontarkan kritik keras terhadap tindakan pelarangan dan pembubaran pemutaran film pendek Pesta Babi

INFOLABUANBAJO.ID – Politikus senior Benny K. Harman melontarkan kritik keras terhadap tindakan pelarangan dan pembubaran pemutaran film pendek Pesta Babi, Kolonialisme di Jaman Kita. Menurutnya, langkah aparat menyita proyektor dan membubarkan diskusi publik menjadi pertanda buruk bagi kondisi demokrasi di Indonesia saat ini.

Dilansir dari akun Facebook Benny Kabur Harman, dalam catatan reflektif berjudul Pesta Babi Yang Menakutkan?, Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat itu menilai tindakan tersebut menunjukkan adanya ketakutan penguasa terhadap kritik yang disampaikan melalui medium kebudayaan.

Baca Juga:  Kabar Duka di Hari Paskah: Romo di NTT Meninggal Dunia Usai Pimpin Misa Malam Paskah

“Ketika aparat bergerak cepat membubarkan diskusi dan melarang pemutaran film Pesta Babi, sebuah pesan benderang sedang dikirimkan oleh penguasa kepada rakyatnya: kalian boleh hidup di negara ini, tapi kalian tidak boleh berpikir,” tulis Benny.

Ia menegaskan, film tersebut bukan dilarang karena menyebarkan kebohongan, melainkan karena dianggap terlalu jujur menggambarkan realitas sosial dan politik yang terjadi di tengah masyarakat.

Menurut Anggota Komisi III DPR RI itu, film itu mengangkat kritik terhadap praktik pembangunan yang dinilai sarat kepentingan oligarki dan mengorbankan masyarakat adat serta lingkungan hidup. Ia bahkan menyebut kondisi tersebut sebagai bentuk “neo-kolonialisme” modern yang dilakukan bangsa sendiri terhadap rakyatnya.

Baca Juga:  Banjir Rendam Sejumlah Rumah Warga di Kampung Soknar, Golo Mori

Benny juga menyoroti fenomena state capture atau pembajakan negara oleh kelompok oligarki. Ia menilai kebijakan publik saat ini kerap lebih berpihak kepada pemilik modal dibanding kepentingan rakyat kecil.

“Kebijakan negara tidak lagi dirumuskan di ruang publik untuk kemaslahatan rakyat, melainkan di ruang-ruang gelap dalam bentuk bagi-bagi konsesi, izin tambang, dan pelonggaran aturan,” katanya.

Penulis : Tim Info Labuan Bajo

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Dugaan Penipuan Koperasi Obor Mas Labuan Bajo: Diimingi Kredit Besar, Calon Nasabah Stor Uang hingga Ada yang Rugi Puluhan Juta Rupiah
PT Sentral Legal Dokumen Hadir di Labuan Bajo, Fokus Dampingi Pengurusan Sertifikat Tanah dan Izin Usaha
Dua Polisi Terluka Saat Amankan Demo di Kantor Gubernur NTT, Massa Lempar Batu hingga Petugas Dilarikan ke Rumah Sakit
Ney Asmon Gantikan Ardi Ojo Jadi Kadis Kesehatan, Bagung Jadi Staf Ahli, Ojo Kini Pimpin Disperindag Manggarai Barat
Data Terbaru MBG Bali Nusra: 3,2 Juta Penerima, Puluhan Ribu Tenaga Kerja Terlibat
Hak Jawab Polda NTT atas Pemberitaan Dugaan Kekerasan Wartawan di NTT
Dari Room Karaoke ke Peti Mati: Kisah Tragis Dua LC Asal Jawa di Labuan Bajo
Tangis Warga Pecah di Rana Mese, Siswa SD Tenggelam Belum Ditemukan

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 08:02 WITA

Pelarangan Film “Pesta Babi” Disorot, Benny K. Harman Sebut Demokrasi Sedang Sakit

Sabtu, 9 Mei 2026 - 14:16 WITA

Dugaan Penipuan Koperasi Obor Mas Labuan Bajo: Diimingi Kredit Besar, Calon Nasabah Stor Uang hingga Ada yang Rugi Puluhan Juta Rupiah

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:54 WITA

PT Sentral Legal Dokumen Hadir di Labuan Bajo, Fokus Dampingi Pengurusan Sertifikat Tanah dan Izin Usaha

Jumat, 8 Mei 2026 - 17:43 WITA

Dua Polisi Terluka Saat Amankan Demo di Kantor Gubernur NTT, Massa Lempar Batu hingga Petugas Dilarikan ke Rumah Sakit

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:30 WITA

Ney Asmon Gantikan Ardi Ojo Jadi Kadis Kesehatan, Bagung Jadi Staf Ahli, Ojo Kini Pimpin Disperindag Manggarai Barat

Berita Terbaru