Ketua Komite SMPN 1 Kuwus Barat ini kembali menerangkan, semua keputusan terkait sumbangan orang tua murid tersebut telah disepakati melalui rapat bersama Komite Sekolah.
“Termasuk Yohanes Sintus. Dia ikut menyetujui. Buktinya dia ikut memberi sumbangan uang 50 ribu,” tegas Antonius.
Antonius Konsa juga mengatakan, bahwa Yohanes Sintus merupakan salah satu mantan pengurus Komite di SMPN 1 Kuwus Barat dengan jabatan Wakil Ketua Komite.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dari dulu aman-aman saja. Pak Yohanes Sintus ini mantan pengurus Komite. Dia ikut terlibat dalam kesepakatan sumbangan Komite bersama orang tua murid. Jadi sekarang mengapa dia protes. Itu yang saya rasa aneh,” tanya Antonius dengan penuh heran.
“Jadi apa yang dituduhkan Yohanes Sintus ini semuanya mengada-ada. Dia itu salah satu mantan pengurus komite sekaligus orang tua murid. Dia ikut terlibat semua dalam kesepakatan sumbangan dana pendidikan itu,” pungkas Antonius.
Sementara Wakil Kepala SMPN 1 Kuwus Barat Tadeus Tamur membantah tuduhan Yohanes Sintus yang menyebut dirinya pernah mengeluarkan istilah bahwa uang pembangunan yang dibebankan kepada 167 Siswa adalah bentuk Saka Wara Kolang [sebagai bentuk antisipasi orang tua siswa dalam mendukung proses belajar mengajar].
“Saya ini orang luar. Asal saya dari Rahong Utara. Jadi tidak mungkin saya menyebut sesuatu yang tidak saya tahu artinya. Jadi saya tidak pernah menyebut itu ( istilah Saka Wara Kolang,” tegas Wakasek Tadeus Tamur.
Ia menyebut, jumlah guru komite di SMPN 1 Kuwus Barat yaitu 13 orang. Mereka pun mendapat uang dari Komite tersebut beragam.
“Jadi teman-teman guru komite terima sesuai lama mengabdi. Ada yang mendapat 200 ribu, 400 ribu dan seterusnya sesuai lama mengabdi dan juga dilihat dari kemampuan uang,” beber Tadeus Tamur.
Wakasek Tadeus Tamur juga menjelaskan, kondisi dari kepala sekolah SMPN 1 Kuwus Barat saat ini sedang sakit.
“Jadi ibu kepsek saat ini sedang dalam keadaan tidak sehat. Sudah beberapa Minggu ini kondisinya tidak baik. Jadi dia menugaskan saya untuk membantu tugas di sekolah termasuk dalam urusan masalah ini,” tutupnya. **
Halaman : 1 2







