Inspiratif, Sema Honorius dari Tukang Bersih di Bali, Pulang Kampung Lalu Bisa Mempekerjakan Ratusan Orang Tanpa Harus Berijazah

- Redaksi

Sabtu, 29 Juni 2024 - 23:07 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sema Honorius, Pemilik CV UCIS, Penyalur Tenaga Kerja Berkantor di Labuan Bajo. (Foto: Info Labuan Bajo)

Sema Honorius, Pemilik CV UCIS, Penyalur Tenaga Kerja Berkantor di Labuan Bajo. (Foto: Info Labuan Bajo)

INFOLABUANBAJO.ID — Siapa sangka, dulunya hanya menjadi karyawan tukang bersih-bersih di hotel, sekarang memiliki ratusan karyawan untuk dipekerjakan di hotel, perkantoran dan fasilitas umum lainnya.

Ialah Sema Honorius. Pria kelahiran Terep, Desa Golo Ncuang, Kecamatan Cibal, Manggarai ini termasuk orang terbilang sukses. Bagaimana tidak, berkat kerja keras dan pengalamannya selama puluhan tahun merantau di Bali kini pria kelahiran 30 Otober 1963 silam itu bisa menjadi berkat bagi orang lain khususnya untuk warga Manggarai Raya yang berniat mencari pekerjaaan tanpa harus berijazah.

Dalam bincang-bincang bersama Info Labuan Bajo di kediamannya yang beralamat di Kaper, Desa Golo Bilas pada Sabtu (29/06/2024), Sema Honorius menceritakan secara detail tentang perjalanan hidupnya mulai dari saat merantau di Bali hingga pulang ke Manggarai dan mendirikan sebuah badan usaha bernama CV UCIS yang bergerak di bidang jasa penyaluran tenaga kerja (Outsourcing) untuk bagian kebersihan, keamanan dan perawatan taman atau kebun (Gardener).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya melanglang buana hidup di Bali. Awalnya saya pergi kuliah tahun 1985. Lalu dalam perjalanan waktu ketika itu untuk mengisi waktu luang di pagi hari karena kuliahnya sore dari jam 5 sampai jam 10 malam maka untuk mengisi waktu nganggur itu saya memanfaatkan untuk mencari pekerjaan sebagai cleaning service. Saat saya lamar kebetulan saya diterima dan saya kerja sampai jam 12 siang. Itu terus-terusan dan pada akhirnya tahun 1990 saya belum selesai kuliah masih ada proses pembuatan makalah waktu itu di Bali Hold ada pencarian untuk tenaga House Keeping. Kebetulan saya sudah punya pengalaman, saya coba iseng melamar dan tau-taunya saya diterima dan diinterview cuman sekali. Saya langsung diangkat jadi housekeeping supervaisor,” kisah Sema Honorius.

Baca Juga:  Komedian Klemens Awi atau Celo Tutup Usia, Dunia Hiburan Tanah Air Berduka

Seiring berjalannya waktu, Sema Honorius kemudian bekerja di Hotel Padma Legian, Kuta, Bali. Di hotel berbintang lima itu dirinya dipercaya untuk mengurusi house keeping untuk 450 kamar.

Jabatan yang dimiliki oleh Sema Honorius ketika di Bali ini tidak membuatnya terlena untuk terus menetap di Pulau Dewata itu. Hati kecilnya bersuara hingga pada tahun 2007 ia bersama keluarga memutuskan untuk pulang ke tanah kelahirannya Manggarai dan kemudian menjadi orang Manggarai pertama yang membuka jasa penyaluran tenaga kerja (Outsourcing) di Manggarai.

Baca Juga:  Momen Presiden Soeharto Panen Raya di Borong, 1982: Ketika Manggarai Disebut “Daerah yang Diberkati”

“Jabatan saya di Bali itu sudah lebih dari Supervasior. Gaji sudah 20 puluhan juta. Tapi saya pingin pulang. Saya ingin menjadi pengusaha. Dan uniknya menjadi pengusaha tukang bersih. Sampai kapanpun,” tandasnya.

Dikisahkan Sema Honorius, saat pulang dari Bali ketika itu ia melihat fasilitas seperti bandara dan tempat lainnya di Manggarai belum diperhatikan kebersihannya.

“Ketika itu fasilitas seperti bandara di sini belum bagus seperti sekarang. Dan saat itu bertemu dengan almarhum Lorens Dama yang juga kebetulan teman kuliah di Bali. Dia punya usaha penerbangan saat itu. Dalam pikiran saya, saya harus menjadi orang pertama orang Manggarai yang buka jasa Outsourcing,” ungkapnya.

Di masa awal pencetusan usahanya ini, Sema Honorius telah berkomitmen bahwa yang direkrut pertama adalah keluarganya.

“Waktu itu saya komitmen, semua keluarga saya yang membutuhkan pekerjaan saya rekrut. Tujuannya agar mereka tidak susah mencari pekerjaaan di tempat orang. Saya bisa bantu mereka dengan cara itu. Syukur juga sekarang bukan hanya keluarga, saya juga bisa rekrut orang lain untuk bekerja dengan saya,” terang Sema Honorius.

Berita Terkait

Biografi singkat RD Yohanes Hans Monteiro — Uskup Terpilih Keuskupan Larantuka
Momen Presiden Soeharto Panen Raya di Borong, 1982: Ketika Manggarai Disebut “Daerah yang Diberkati”
Presiden Prabowo Anugerahkan Gelar Pahlawan Nasional kepada 10 Tokoh, Termasuk Soeharto dan Gus Dur
Fidelis Pranda: Bupati Pertama yang Menyalakan Obor Pembangunan Manggarai Barat
Deddy Corbuzier Resmi Digugat Cerai oleh Sabrina Chairunnisa, Permintaan Agar Proses Tak Dipublikasikan
Profil Uskup Carrie Schofield-Broadbent, Pemimpin Keuskupan Maryland
Suami Istri Asal Manggarai Timur yang Tewas Tenggelam di Kalimantan Timur, Tinggalkan 5 Anak yang Masih Kecil
Daftar Uskup Keuskupan Ruteng: Sejarah Kepemimpinan

Berita Terkait

Senin, 24 November 2025 - 22:02 WITA

Biografi singkat RD Yohanes Hans Monteiro — Uskup Terpilih Keuskupan Larantuka

Selasa, 11 November 2025 - 13:26 WITA

Momen Presiden Soeharto Panen Raya di Borong, 1982: Ketika Manggarai Disebut “Daerah yang Diberkati”

Senin, 10 November 2025 - 17:01 WITA

Presiden Prabowo Anugerahkan Gelar Pahlawan Nasional kepada 10 Tokoh, Termasuk Soeharto dan Gus Dur

Kamis, 30 Oktober 2025 - 11:45 WITA

Fidelis Pranda: Bupati Pertama yang Menyalakan Obor Pembangunan Manggarai Barat

Rabu, 29 Oktober 2025 - 18:29 WITA

Deddy Corbuzier Resmi Digugat Cerai oleh Sabrina Chairunnisa, Permintaan Agar Proses Tak Dipublikasikan

Berita Terbaru