INFOLABUANBAJO.ID — Kabar sukacita menggema di Keuskupan Larantuka setelah Tahta Suci Vatikan resmi menunjuk Romo Yohanes Hans Monteiro sebagai Uskup terpilih Keuskupan Larantuka. Pengumuman ini disampaikan pada 22 November 2025, bersamaan dengan Doa Angelus di Vatikan.
Romo (RD) Yohanes Hans Monteiro lahir di Larantuka pada 15 April 1971. Ia berasal dari lingkungan Gereja Katolik Larantuka yang kaya tradisi dan sejak muda menempuh pendidikan seminari menengah di Santo Domingo Hokeng sebelum melanjutkan studi filsafat dan teologi di Institut Filsafat Katolik (IFTK) Ledalero.
Ia ditahbiskan menjadi imam pada 14 Juli 1999 dan berkarya sebagai imam di Keuskupan Larantuka selama beberapa tahun. Selain tugas parokial, Romo Hans juga aktif di dunia akademik—mengajar di seminari dan institusi teologi setempat—serta dikenal sebagai peneliti dan pengajar bidang liturgi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk studi lanjut, ia melanjutkan pendidikan ke Eropa dan meraih gelar lanjutan (licentiate dan doktor) dalam bidang liturgi dari Universitas Vienna (University of Vienna), Austria. Keahlian liturgi inilah yang kemudian menjadi bagian penting dari profilnya sebagai imam yang memiliki kombinasi pengalaman pastoral dan akademis.
Pengumuman resmi pengangkatan Romo Yohanes Hans Monteiro sebagai Uskup Keuskupan Larantuka disampaikan oleh Tahta Suci pada 22 November 2025 — penunjukan yang diumumkan atas nama Paus (dilaporkan oleh berbagai media nasional dan lembaga berita Katolik internasional). Dengan pengangkatan ini, ia menggantikan Mgr. Fransiskus Kopong Kung yang memasuki masa purnatugas.
Profil publik menggambarkan Mgr. Yohanes Hans Monteiro sebagai imam yang tenang, cerdas, berdedikasi, dan membawa visi liturgi yang kuat—diharapkan mampu merangkul umat Larantuka serta memperkuat kehidupan iman lokal dengan pengalaman akademik dan pastoralnya. Pengangkatan ini disambut sukacita oleh umat dan sejumlah komunitas gerejani di Flores dan NTT.
Biografi Lengkap RD Yohanes Hans Monteiro
Latar Belakang dan Pendidikan Awal
Yohanes Hans Monteiro lahir di Larantuka, Kabupaten Flores Timur (NTT), pada 15 April 1971.
Ia menempuh pendidikan seminari menengah di Seminari Santo Domingo Hokeng, di Larantuka.
Setelah seminari menengah, ia melanjutkan studi filsafat dan teologi di Institut Filsafat Katolik Ledalero (sekarang IFTK Ledalero), Maumere.
Tahbisan Imamat dan Awal Pelayanan
Ia ditahbiskan menjadi imam pada 14 Juli 1999, untuk Keuskupan Larantuka.
Setelah tahbisan, ia mengabdi sebagai pengajar di Seminari Menengah Santo Domingo Hokeng (1999–2004).
Ia juga pernah menjalani masa praktik pastoral di Paroki St. Yoseph Lewotobi.
Studi Lanjut dan Pengalaman Internasional
Monteiro melanjutkan pendidikan ke Universitas Vienna (Austria), di mana ia meraih licentiate dan doktoral (Dr.) dalam bidang Liturgi.
Selama di Wina (Vienna), ia turut melayani sebagai vikaris di dua paroki: Franz-von-Assisi Kirche (Mexikoplatz) dan Gereja Maria Himmelfahrt di Bad Deutsch-Altenburg.
Pelayanan Akademik dan Kepemimpinan di Indonesia
Setelah kembali ke Indonesia (sekitar 2018), ia menjadi dosen liturgi di IFTK Ledalero dan formator di Seminari Tinggi Interdiosesan St. Petrus Ritapiret di Maumere.
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Reims Nahal
Halaman : 1 2 Selanjutnya






