Stefanus Jemsifori menjelaskan, untuk menghadapi wacana penutupan sementara TNK, Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif dan UMKM akan memperkuat Desa Wisata melalui program Fasma Dewi.
“Di tahun ini kami punya program terobosan yang namanya Fasmadewi (Fasilitasi Masyarakat Desa Wisata) di dua Desa Wisata yakni air terjun di Wae Lolos dan Agro Wisata di Ngalor Kalo, Desa Siru. Kedua desa ini kami pilih dan kami seleksi fasilitator-nya,” ucapnya.
Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif dan UMKM telah menyiapkan fasilitator yang akan bekerja selama spuluh bulan untuk persiapan launching program Fasma Dewi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Diisi dengan berbagai pelatihan-pelatihan untuk masyarakat sesuai kebutuhan. Fasilitator ini adalah orang kepercayaan Pemda dalam hal ini orang kepercayaan Dinas Pariwisata yang tiap saat bersama dengan masyarakat di Desa Wisata,” terang Stefan.
“Nanti di bulan kesepuluh dua Desa Wisata ini akan dilaunching. Desa Wisata Air Terjun Wae Lolos sama Agrowisata Ngalor Kalo,” imbuhnya.
Upaya ini merupakan langkah yang diambil pihak Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif dan UMKM apabila Wacana penutupan TNK itu dilakukan.
“Nanti kami akan padati kegiatannya dengan atraksi dan UMKM. Itu kira-kira gambaran tentang apa yang dibuat oleh Dinas Pariwisata untuk menyikapi dan menyambut baik apa bila wacana penutupan sementara TNK ini dilakukan. Sehingga ini adalah nilai plus buat Pemerintah Daerah sehingga wisatawan bisa berkunjung di luar kawasan,” tutup Stefan.
Halaman : 1 2







