Ia menambahkan, meskipun potensi petahana menang cenderung lebih besar, kontestan lawan tidak boleh menyerah dan pasrah. Status sebagai petahana hanya salah satu variabel yang menentukan kemenangan.
“Ada banyak variabel lain yang menentukan kemenangan. Variable lain itu misalnya komposisi dukungan partai politik, kesolidan dukungan serta kerja mesin partai dan relawan, strategi kampanye atau branding, dan lain-lain,” bebernya
Dalam konteks pilkada Mabar, komposisi partai politik pendukung memang didominasi oleh pasangan petahana. Mereka menguasai 18 kursi di DPR. Sementara pasangan Mario Pranda dan Richardus Sontani hanya menguasai 10 kursi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya melihat ada faktor lain juga yang menguntungkan pasangan Mario-Richard, yaitu faktor pengaruh Mantan Bupati Mabar, Almarhum Fidelis Pranda, ayah dari Mario Pranda. Harus diakui bahwa Almarhum Fidelis Pranda dulu jelas memiliki basis pemilih loyal. Mereka itu kini besar kemungkinan akan tetap solid mendukung anak dari almarhum,” terang Ferdy
“Selain itu, branding anak muda dari pasangan Mario-Richard juga menurut saya bisa menjadi nilai lebih untuk menggaet pemilih generasi millenial (Y) dan generasi Z. Segmen pemilih ini memiliki kekuatan penentu saat ini karena persentasenya yang cukup besar,” tutupnya.
Pilkada Manggarai Barat diikuti dua bakal pasangan calon, Edistasius Endi- Yulianus Weng dan Mario Pranda-Richard Sontani.
Pasangan Edi-Weng sebagai petahana didukung oleh tujuh partai politik yaitu NasDem, PKB, Gerindra, PDIP, PBB, PPP, PKS sedangkan pasangan Mario Pranda-Richard Sontani didukung oleh sembilan partai politik yaitu Demokrat, Golkar, PAN, Perindo, PSI, PKN, Ummat, Buruh, Gelora.
Halaman : 1 2







