INFOLABUANBAJO.ID — Pasar tradisional merupakan denyut nadi perekonomian rakyat kecil. Namun, kondisi memprihatinkan kini menyelimuti Pasar Batu Cermin, Labuan Bajo, Manggarai Barat salah satu pasar sentral di daerah yang selama ini menjadi pusat aktivitas jual beli masyarakat. Terbaru, sejumlah pedagang mulai nekat berjualan di tengah jalan karena merasa tidak lagi mendapatkan pembeli saat berjualan di dalam area pasar. Fenomena ini memunculkan kekacauan baru yang tidak hanya berdampak pada kenyamanan pengunjung, tetapi juga mengancam keselamatan lalu lintas dan ketertiban umum.
Banyak pedagang mengeluhkan bahwa suasana di dalam Pasar Batu Cermin semakin hari semakin sepi. Dalam pengakuan mereka, konsumen enggan masuk ke dalam pasar karena akses yang terhalang oleh deretan lapak ilegal dengan menggunalan mobil pick up yang berdiri di luar pagar pasar, bahkan hingga memakan bahu jalan. Hal ini membuat para pembeli lebih memilih berbelanja di luar saja karena lebih mudah dan cepat. Akibatnya, pedagang yang tetap taat berjualan di dalam justru tidak mendapatkan pembeli, sehingga mengalami kerugian harian yang signifikan.
Salah satu pedagang yang tertangkap kamera sedang berjualan sayur di tengah jalan mengungkapkan bahwa dirinya terpaksa melakukan hal tersebut demi tetap bisa menyambung hidup. “Kalau tetap di dalam, sayur kami busuk, tidak ada yang beli. Pembeli semua sudah tertahan di luar karena jalan sudah penuh pedagang,” ujar sang ibu yang enggan disebutkan namanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bahu Jalan Jadi Pasar Darurat, Masalah Baru Mengintai
Keberadaan pedagang di tengah jalan tentu memunculkan masalah baru yang cukup serius. Pertama, dari sisi keselamatan lalu lintas, kondisi ini sangat berbahaya. Kendaraan bermotor yang melintas harus melambat bahkan berhenti karena separuh jalan dipenuhi oleh lapak dadakan. Risiko kecelakaan meningkat, apalagi saat jam sibuk. Kedua, dari sisi ketertiban dan kenyamanan, pasar berubah menjadi kawasan semrawut yang tidak tertata. Pengunjung pun mengeluh karena kondisi kotor, berdesakan, dan tidak nyaman untuk berbelanja dengan tenang.
Fenomena ini juga membuat pedagang yang patuh terhadap aturan menjadi dirugikan. Mereka merasa dikhianati oleh sistem yang tidak berjalan. Padahal, mereka tetap membayar retribusi pasar dan mengikuti aturan yang ada. Namun, justru pedagang ilegal di luar yang menuai keuntungan karena posisi mereka yang lebih strategis dan mudah dijangkau.
Ketidaktegasan Regulasi, Pemerintah Harus Bertindak
Situasi ini menunjukkan lemahnya pengawasan dan ketidaktegasan dari pihak pengelola pasar maupun pemerintah daerah. Tidak adanya tindakan terhadap para pedagang liar yang mengokupasi bahu jalan membuat keadaan menjadi semakin tidak terkendali. Bahkan ada kesan pembiaran yang akhirnya justru memicu semakin banyaknya pedagang yang ikut keluar dari dalam pasar dan berjualan secara ilegal.
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2 Selanjutnya






