INFOLABUANBAJO.ID – Bukan sekadar prosesi devosi yang khusyuk di tepi laut Labuan Bajo. Festival Golo Koe kini telah bermetamorfosis. Dari sebuah inisiatif pastoral Keuskupan Ruteng, acara ini sukses menembus jajaran elite pariwisata nasional, didapuk sebagai salah satu dari 10 event terbaik dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) 2025. Inilah potret orkestrasi apik antara iman, budaya, dan denyut ekonomi yang berhasil mengubah wajah pariwisata Flores.
Semua bermula dari refleksi mendalam Gereja Katolik lokal. Ketika Labuan Bajo ditetapkan sebagai destinasi pariwisata super-prioritas, Keuskupan Ruteng tidak tinggal diam. Lewat Sinode III, mereka merumuskan fokus pastoral tahunan yang visioner, menjadikan pariwisata sebagai salah satu pilar utamanya pada 2022. Gereja tak mau hanya menjadi penonton. Mereka ingin menjadi subjek yang memastikan pariwisata berjalan holistik: berpartisipasi, berbudaya, dan berkelanjutan.
Maka, lahirlah Festival Golo Koe pada Agustus 2022. Edisi perdananya menjadi oase pasca-pandemi, menggerakkan kembali roda ekonomi yang sempat macet. Ribuan umat yang tumpah ruah di Labuan Bajo untuk prosesi Maria Assumpta Nusantara bukan hanya membawa doa, tapi juga daya beli. Festival ini sejak awal dirancang bukan sebagai ritus yang steril, melainkan sebuah panggung kolaboratif yang melibatkan pemerintah, pelaku pariwisata, hingga UMKM.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penulis : Fons Abun
Editor : R. Nahal
Sumber Berita: Heribertus Ratu, Seksi Publikasi Festival Golo Koe 2025
Halaman : 1 2 Selanjutnya







