INFOLABUANBAJO.ID – Kasus dugaan tindak pidana korupsi proyek rekonstruksi irigasi Wae Kaca I di Kecamatan Lembor Selatan, Kabupaten Manggarai Barat, kembali menjadi sorotan publik. Selain sudah menetapkan dan menahan dua tersangka, muncul dugaan kuat keterlibatan Falentinus (FH), adik kandung Bupati Manggarai Barat, Edi Endi, dalam pelaksanaan proyek bernilai Rp800 juta tersebut.
Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Mabar, Wisnu Sanjaya, pada Senin (15/9/2025), menyampaikan bahwa dua orang resmi ditahan, yakni Fidelis Suhardi, kontraktor dari CV Duta Teknik Mandiri, dan Irwan Ardana, konsultan pengawas dari PT Dwipa Mitra Konsultan. Keduanya diduga kuat terlibat dalam penyalahgunaan anggaran yang menimbulkan kerugian negara sekitar Rp460 juta.
Namun, jauh sebelum penahanan dilakukan, laporan masyarakat dan temuan media sudah menyebut nama FH. Ketua Pemantau Keuangan Negara (PKN) Manggarai Barat, Lorens Logam, menegaskan bahwa proyek irigasi tersebut tidak dikerjakan langsung oleh kontraktor pemenang tender. Seluruh pekerjaan justru dialihkan kepada FH.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sejak awal, proyek ini sudah bermasalah karena pengalihan pekerjaan ke FH yang notabene adik kandung Bupati Manggarai Barat. Dugaan praktik sewa perusahaan untuk memenangkan tender juga sangat kuat,” ungkap Lorens.
Kronologi Dugaan Penyimpangan
- Juni 2021: ULPBJ Manggarai Barat mengumumkan CV Duta Teknik Mandiri sebagai pemenang tender.
- Kontrak ditandatangani: Antara PPK dengan kontraktor resmi.
- Pengalihan proyek: Kontraktor utama menyerahkan seluruh pekerjaan kepada FH.
- Material bermasalah: Proyek menggunakan pasir laut yang tidak sesuai spesifikasi kontrak.
- Penolakan masyarakat: Saat pekerjaan hampir rampung, warga menolak hasil proyek karena kualitasnya dinilai buruk.
Intervensi Dinas PU yang Dinilai Setengah Hati
Kasus ini pertama kali mencuat ke publik setelah dilaporkan ke aparat penegak hukum dan diberitakan media lokal pada 2021. Dinas PU Manggarai Barat sempat turun tangan dengan melakukan pembongkaran sebagian saluran irigasi yang menggunakan pasir laut. Namun, menurut Lorens, pembongkaran hanya menyentuh sebagian kecil pekerjaan, sementara sisa bangunan tetap menggunakan material bermasalah.
Halaman : 1 2 Selanjutnya







