Akibatnya, fungsi irigasi Wae Kaca I tidak berjalan optimal. Debit air menurun, sebagian saluran cepat rusak, dan petani di Lembor Selatan dirugikan karena distribusi air ke lahan pertanian terganggu.
Sorotan Publik: Dugaan Perlindungan Terhadap FH
Masyarakat menilai, kasus ini tidak bisa berhenti hanya pada dua orang yang kini ditahan. Nama FH yang disebut-sebut sebagai pelaksana lapangan perlu diselidiki lebih jauh. Pasalnya, keterlibatan adik Bupati menimbulkan pertanyaan besar terkait adanya intervensi kekuasaan dalam proyek yang bersumber dari APBD 2021.
“Kalau Kejaksaan serius, harus berani memanggil dan memeriksa FH. Jangan sampai kasus ini berhenti di level kontraktor dan konsultan saja,” kata salah satu warga yang meminta namanya tidak ditulis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Komitmen Kejaksaan
Kasi Pidsus Kejari Mabar, Wisnu Sanjaya, memastikan penyidikan masih akan berlanjut. Pihaknya tidak menutup kemungkinan untuk menelusuri keterlibatan pihak lain yang namanya disebut dalam laporan masyarakat maupun pemberitaan media sebelumnya.
Kasus ini kini menjadi perhatian luas, bukan hanya karena nilai kerugian negara yang mencapai ratusan juta rupiah, tetapi juga karena menyeret nama kerabat dekat kepala daerah. Publik Manggarai Barat mendesak agar penegakan hukum berjalan transparan, tuntas, dan tidak pandang bulu. ***
Halaman : 1 2







