INFOLABUANBAJO.ID — Sejumlah orang tua murid di SDI Wongkol, desa Robo, Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat, menyampaikan keluhan terkait kinerja kepala sekolah yang dinilai tidak menjalankan tugasnya secara optimal. Kepala sekolah bernama Stanislaus Harun tersebut dikabarkan jarang hadir di sekolah sejak menjabat sebagai kepala sekolah, sehingga kegiatan belajar mengajar menjadi terganggu.
Menurut para wali murid, Stanis hanya muncul ketika ada pertemuan orang tua murid atau saat ujian berlangsung, selebihnya tidak pernah terlihat di lingkungan sekolah.
“Selama menjabat, beliau tidak pernah aktif di sekolah. Hanya datang saat pertemuan orang tua atau ujian, setelah itu menghilang entah ke mana,” ungkap salah satu orang tua murid kepada Info Labuan Bajo, Senin (3/10/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi ini membuat para orang tua mulai mempertanyakan status dan integritas Stanis sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Mereka mengaku enggan melapor karena khawatir akan dampak sosial dan politik yang mungkin timbul akibat hubungan kekerabatan kepala sekolah dengan pejabat daerah.
“Kami agak takut untuk melaporkan karena diduga ada hubungan keluarga beliau dengan pejabat. Kami khawatir bisa berdampak pada kemajuan desa,” tambahnya.
Bantuan PIP Belum Cair
Selain persoalan kehadiran kepala sekolah, masalah lain yang dikeluhkan adalah bantuan pemerintah untuk siswa, termasuk Program Indonesia Pintar (PIP), yang hingga kini belum cair. Padahal, sekolah-sekolah lain di wilayah sekitar sudah menerima bantuan tersebut.
“Soal bantuan PIP sampai sekarang belum cair, sementara sekolah lain sudah. Ketua komite sudah konfirmasi ke guru-guru, tapi karena kepala sekolahnya tidak ada, belum ada tanggapan,” kata seorang wali murid.
Ketua Komite SDI Wongkol pun menyampaikan keprihatinan serupa. Menurutnya, PLT kepala sekolah hanya terdaftar secara administrasi tanpa kehadiran fisik di sekolah.
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2 Selanjutnya






