Ketua Komite SDI Wongkol: Nama Kepala Sekolah Ada, Tapi Orangnya Tidak Pernah Datang

- Redaksi

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 18:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komite SDI Wongkol: Nama Kepala Sekolah Ada, Tapi Orangnya Tidak Pernah Datang

Ketua Komite SDI Wongkol: Nama Kepala Sekolah Ada, Tapi Orangnya Tidak Pernah Datang

INFOLABUANBAJO.ID — Dunia pendidikan di Kabupaten Manggarai Barat kembali mendapat sorotan tajam. Ketua Komite SDI Wongkol, Desa Robo, Kecamatan Welak, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kinerja kepala sekolah yang dinilai tidak menjalankan tugas secara maksimal dan hampir tidak pernah hadir di sekolah.

Kepala sekolah bernama Stanislaus Harun disebut hanya hadir saat momen tertentu seperti pertemuan orang tua murid atau pelaksanaan ujian, sementara di hari-hari biasa ia tidak pernah terlihat di lingkungan sekolah. Kondisi ini membuat proses belajar mengajar terganggu dan menimbulkan keresahan di kalangan orang tua siswa.

“Nama Kepala Sekolah Ada, Tapi Orangnya Tidak Pernah Datang”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Komite SDI Wongkol menyampaikan bahwa keberadaan kepala sekolah selama ini hanya sebatas administratif, tanpa diiringi kehadiran fisik dan tanggung jawab di lapangan. Ia menilai hal ini tidak hanya merugikan siswa, tetapi juga mencoreng wibawa institusi pendidikan di tingkat dasar.

“Nama kepala sekolah ada, tapi orangnya tidak pernah datang mengabdi. Anak-anak seolah dibiarkan belajar tanpa kepemimpinan. Guru-guru pun tidak memiliki arahan yang jelas,” tegas Ketua Komite kepada Info Labuan Bajo, Senin (3/10/2025).

Baca Juga:  Ironi Labuan Bajo: Hotel Mewah Berdiri, Siswa SDI Macang Tanggar Berjalan Tanpa Alas Kaki dan Tanpa MBG

Kondisi tersebut menimbulkan efek domino yang cukup serius. Selain proses belajar mengajar yang terganggu, sejumlah program bantuan pemerintah seperti Program Indonesia Pintar (PIP) juga terhambat pencairannya.

“Soal bantuan PIP, kartunya sudah dikumpulkan tapi uangnya tidak ada. Katanya sudah hangus, sementara sekolah lain sudah cair,” ungkapnya.

Bantuan PIP yang Macet Perburuk Kondisi

Keterlambatan pencairan PIP menjadi salah satu bukti nyata dampak buruk dari absennya kepala sekolah. Padahal, bantuan tersebut sangat penting bagi siswa dari keluarga kurang mampu untuk menunjang kegiatan belajar.

Orang tua murid pun semakin frustrasi karena tidak mendapat penjelasan yang jelas terkait keterlambatan tersebut. Mereka menduga ketidakaktifan kepala sekolah menjadi penyebab utama lambatnya proses administrasi bantuan.

“Ketua komite sudah coba konfirmasi ke guru-guru, tapi karena kepala sekolahnya tidak ada, tidak ada jawaban pasti. Akhirnya hak anak-anak kami terbengkalai,” keluh seorang wali murid.

Baca Juga:  Dugaan KKN dan Ketidaktransparanan Dana BOS di SDI Daleng, Orang Tua Murid Desak Dinas PKO Bertindak

Kepala Sekolah Akui Dapat Panggilan Dinas

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala SDI Wongkol, Stanislaus Harun, mengakui telah mendapat panggilan dari Dinas Pendidikan Manggarai Barat untuk memberikan klarifikasi. Ia juga membenarkan adanya kendala dalam pencairan PIP yang disebut disebabkan oleh perubahan nomor rekening penerima.

“Saya sudah mendapat panggilan dari dinas dan akan menghadap sesuai waktu yang ditentukan. Soal bantuan PIP memang terkendala perubahan nomor rekening, dan itu bisa dikonfirmasi ke pihak bank,” ujarnya.

Sorotan Lebih Luas: ASN Tak Hadir Tetap Terima Gaji

Kasus di SDI Wongkol bukan satu-satunya. Sebelumnya, Info Labuan Bajo juga mengungkap kasus serupa di SDN Sewar, di mana kepala sekolah bernama Marsianus Jehadut, S.Pd. tidak pernah hadir selama 1 tahun 4 bulan penuh, namun tetap menerima gaji utuh sebagai ASN.

Hal ini menunjukkan lemahnya pengawasan dan penegakan disiplin aparatur sipil negara di sektor pendidikan. Akibatnya, siswa menjadi korban dari sistem yang tidak berjalan sebagaimana mestinya. ***

Penulis : Tim Info Labuan Bajo

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Guru Datangi Rumah Siswa Sakit, Pastikan Tetap Ikut Ujian AAS 2026
Heboh Oknum Guru Diduga Caci Maki di Medsos, Warga Surati Bupati Manggarai Hery Nabit
Rektor Unika St. Paulus Ruteng: Finalis Putra Putri Budaya NTT Bukti Kampus Lahirkan Generasi Berakar Budaya
Ironi Labuan Bajo: Hotel Mewah Berdiri, Siswa SDI Macang Tanggar Berjalan Tanpa Alas Kaki dan Tanpa MBG
Puluhan Pelajar SD dan SMP di Kuwus Manggarai Barat Keracunan Makanan MBG
Unika St. Paulus Ruteng Apresiasi Keberanian Korban Kekerasan Seksual, Tegaskan Tak Ada Toleransi bagi Pelanggar Etika
Penjelasan Unika St. Paulus Ruteng Soal Imam ILS yang Lakukan Kekerasan Seksual Terhadap Mahasiswi
BRI dan Poltek eL Bajo Commodus Siapkan Kartu Mahasiswa Multifungsi yang Juga Berfungsi sebagai Kartu ATM

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 18:18 WITA

Guru Datangi Rumah Siswa Sakit, Pastikan Tetap Ikut Ujian AAS 2026

Selasa, 21 April 2026 - 10:34 WITA

Heboh Oknum Guru Diduga Caci Maki di Medsos, Warga Surati Bupati Manggarai Hery Nabit

Senin, 16 Februari 2026 - 22:26 WITA

Rektor Unika St. Paulus Ruteng: Finalis Putra Putri Budaya NTT Bukti Kampus Lahirkan Generasi Berakar Budaya

Jumat, 13 Februari 2026 - 17:55 WITA

Ironi Labuan Bajo: Hotel Mewah Berdiri, Siswa SDI Macang Tanggar Berjalan Tanpa Alas Kaki dan Tanpa MBG

Kamis, 29 Januari 2026 - 17:55 WITA

Puluhan Pelajar SD dan SMP di Kuwus Manggarai Barat Keracunan Makanan MBG

Berita Terbaru