INFOLABUANBAJO.ID – Isu penculikan anak di Desa Compang, Kecamatan Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, yang sempat viral di media sosial dipastikan tidak benar alias hoaks. Polisi menyebut, peristiwa yang ramai disebut sebagai penangkapan pelaku penculikan anak itu ternyata hanyalah perselisihan terkait penjualan obat herbal.
Kapolsek Macang Pacar, Ipda Petrus Hindut, membantah keras kabar yang menyebut telah terjadi upaya penculikan anak di wilayah Noa. Menurutnya, kejadian yang sebenarnya terjadi hanyalah salah paham antara penjual dan pembeli obat herbal.
“Kejadian yang sebenarnya adalah persoalan penjualan obat herbal seharga Rp300.000. Pembeli merasa tidak puas karena menganggap penjual menggunakan hipnotis, sehingga terjadi perselisihan,” jelas Ipda Petrus kepada Info Labuan Bajo, Selasa (8/10/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menambahkan, penjual obat herbal sempat diamankan oleh kepala desa setempat, kemudian pihak kepolisian diminta turun tangan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Dua anggota Polsek Macang Pacar langsung mendatangi lokasi dan memediasi kedua belah pihak.
“Hasil penyelesaiannya, uang Rp300.000 dikembalikan kepada pembeli dan obat dikembalikan kepada penjual. Semua diselesaikan secara kekeluargaan. Jadi, informasi soal penculikan anak itu tidak benar,” tegasnya.
Viral di Media Sosial, Warga Terlanjur Percaya
Sebelumnya, narasi penculikan anak di Noa menyebar luas di media sosial. Salah satu akun Facebook bernama Fenan Jerahu menulis bahwa telah terjadi upaya penculikan anak dengan modus berpura-pura menjadi tukang urut. Ia juga menyebut satu pelaku berhasil ditangkap warga, sedangkan satu lainnya melarikan diri.
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2 Selanjutnya







