“Sekadar berbagi informasi. Kasus penculikan anak di Noa Kecamatan Pacar kemarin dengan motif pelaku pura-pura menjadi tukang urut. Satu pelaku sudah ditangkap, sedangkan satunya lagi kabur,” tulisnya.
Unggahan serupa juga dibuat oleh akun Agustintt yang menyebut dua pelaku sudah diamankan warga dan diserahkan ke aparat desa untuk dilaporkan ke kepolisian. Postingan tersebut bahkan disertai foto dua orang yang tengah diinterogasi warga, sehingga membuat publik semakin yakin akan kebenaran informasi itu.
Polisi Imbau Masyarakat Tidak Sebar Hoaks
Di tengah simpang siur kabar tersebut, sumber internal Polres Manggarai Barat membenarkan bahwa informasi soal penculikan anak di Noa adalah tidak benar atau hoaks. Ia mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama yang berasal dari media sosial.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Informasi itu tidak benar. Kami minta masyarakat tidak mudah percaya pada unggahan di media sosial sebelum ada klarifikasi resmi dari pihak kepolisian,” ujarnya.
Pihak kepolisian juga menegaskan pentingnya memastikan kebenaran sebuah informasi agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Kasus di Noa menjadi contoh nyata bagaimana narasi yang salah dapat menyebar cepat dan memicu kepanikan, padahal faktanya sama sekali tidak berkaitan dengan penculikan anak.
Hoaks Bisa Timbulkan Kepanikan
Kasus dugaan penculikan anak di Noa, Desa Compang, Kecamatan Pacar, Manggarai Barat, dipastikan tidak pernah terjadi. Faktanya, insiden tersebut hanyalah perselisihan jual beli obat herbal yang telah diselesaikan secara kekeluargaan.
Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan selalu menunggu pernyataan resmi dari pihak berwenang. ***
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2







