SMPN 12 Satar Mese Gandeng Densus 88 Bentengi Remaja dari Intoleransi, Radikalisme, Terorisme, dan Penyimpangan Seksual di Era Digital

- Redaksi

Jumat, 10 Oktober 2025 - 18:33 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SMPN 12 Satar Mese Gandeng Densus 88 Bentengi Remaja dari Intoleransi, Radikalisme, Terorisme, dan Penyimpangan Seksual di Era Digital

SMPN 12 Satar Mese Gandeng Densus 88 Bentengi Remaja dari Intoleransi, Radikalisme, Terorisme, dan Penyimpangan Seksual di Era Digital

Sementara rekannya, Hironimus, menekankan pentingnya pendewasaan usia perkawinan dan pengendalian diri di masa pubertas.

“Rasa ingin mencoba di usia remaja besar sekali. Tapi jangan coba hal-hal negatif seperti merokok, mabuk, atau hubungan seks dini. Usia ideal menikah adalah 21 tahun untuk perempuan dan 25 tahun untuk laki-laki,” jelasnya.

Densus 88: Radikalisme dan Penyimpangan Seksual Sama-sama Krisis Moral

Bagian inti sosialisasi dibawakan oleh Silvester Guntur, S.H., M.M., dari Tim Pencegahan Paham Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme Densus 88 Kasatgaswil NTT.
Ia menegaskan bahwa radikalisme kini menyusup halus melalui dunia digital.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalian mungkin pikir radikalisme itu soal bom. Padahal dimulai dari komentar kebencian, postingan yang merendahkan, atau candaan yang menjelekkan orang lain,” ungkapnya.

Menurut Silvester, dunia digital adalah ruang terbuka yang bisa menjadi sarana penyebaran kebencian dan manipulasi psikologis. Ia juga mengungkapkan peningkatan signifikan kasus kekerasan seksual daring dan perilaku menyimpang digital.

Baca Juga:  BREAKING NEWS: Warga Tutup Akses Masuk ke Kawasan Parapuar BOPLBF, Tuntut Ganti Rugi Lahan

Data Kemen PPPA 2024 menunjukkan kasus kekerasan seksual daring meningkat 28% dibanding tahun sebelumnya. Di NTT, terdapat lebih dari 320 kasus kekerasan terhadap anak dan remaja sepanjang 2023–2024.
Sementara data Polri 2024 mencatat 28.831 kasus kekerasan terhadap anak dan 480 kasus kekerasan digital, termasuk 2.300 kasus judi online yang melibatkan remaja.

“Remaja yang kehilangan arah moral mudah dieksploitasi, baik oleh pelaku seksual maupun kelompok ekstrem. Polanya sama: mereka memanfaatkan kelemahan psikologis dan kebutuhan akan kasih sayang,” jelas Silvester.

Ia mengaitkan penyimpangan seksual dan radikalisme sebagai dua sisi dari krisis moral yang sama, dengan akar masalah pada lemahnya ketahanan diri.

“Kalau kalian tidak kuat secara spiritual, emosional, sosial, dan digital, maka siapa pun bisa memengaruhi kalian,” tegasnya.

Silvester juga memaparkan empat pilar ketahanan remaja: spiritual, emosional, sosial, dan digital.

“Kalau imanmu kuat, hatimu tenang, dan lingkunganmu sehat, kamu tidak akan mudah dibujuk untuk membenci atau terjebak konten ekstrem,” ujarnya.

Sosialisasi Interaktif dan Inspiratif

Suasana menjadi semakin hidup saat sesi tanya jawab. Seorang siswa bertanya mengapa sekolah mereka dipilih untuk kegiatan tersebut.

“Sosialisasi ini bukan karena ada teroris di sekolah kalian, tapi untuk membekali kalian menghadapi dunia digital. Semua sekolah akan mendapat kegiatan serupa,” jawab Silvester dengan tenang.

Kepala sekolah, Marsianus Ngera, menutup kegiatan dengan pesan penuh kasih.

“Kami mencintai kalian semua. Karena itu kami mengundang banyak pihak agar kalian mendapat bekal moral dan spiritual yang kuat untuk masa depan,” ujarnya.

Acara ditutup dengan pesan kuat dari Silvester Guntur:

“Remaja tangguh bukan yang tidak pernah jatuh, tapi yang bisa bangkit dengan iman dan nilai yang benar. Kalian adalah masa depan bangsa. Jangan biarkan jari dan pikiran kalian dikendalikan oleh kebencian atau hawa nafsu.”

Penulis : Tim Info Labuan Bajo

Editor : Redaksi

Berita Terkait

PT Sentral Legal Dokumen Hadir di Labuan Bajo, Fokus Dampingi Pengurusan Sertifikat Tanah dan Izin Usaha
Dua Polisi Terluka Saat Amankan Demo di Kantor Gubernur NTT, Massa Lempar Batu hingga Petugas Dilarikan ke Rumah Sakit
Ney Asmon Gantikan Ardi Ojo Jadi Kadis Kesehatan, Bagung Jadi Staf Ahli, Ojo Kini Pimpin Disperindag Manggarai Barat
Data Terbaru MBG Bali Nusra: 3,2 Juta Penerima, Puluhan Ribu Tenaga Kerja Terlibat
Hak Jawab Polda NTT atas Pemberitaan Dugaan Kekerasan Wartawan di NTT
Dari Room Karaoke ke Peti Mati: Kisah Tragis Dua LC Asal Jawa di Labuan Bajo
Tangis Warga Pecah di Rana Mese, Siswa SD Tenggelam Belum Ditemukan
Kemiskinan Ekstrem di Manggarai Timur: Wanita Ini Lumpuh dan Tinggal di Kandang Selama 10 Tahun, Kini Butuh Bantuan Kita

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:54 WITA

PT Sentral Legal Dokumen Hadir di Labuan Bajo, Fokus Dampingi Pengurusan Sertifikat Tanah dan Izin Usaha

Jumat, 8 Mei 2026 - 17:43 WITA

Dua Polisi Terluka Saat Amankan Demo di Kantor Gubernur NTT, Massa Lempar Batu hingga Petugas Dilarikan ke Rumah Sakit

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:30 WITA

Ney Asmon Gantikan Ardi Ojo Jadi Kadis Kesehatan, Bagung Jadi Staf Ahli, Ojo Kini Pimpin Disperindag Manggarai Barat

Selasa, 5 Mei 2026 - 15:38 WITA

Hak Jawab Polda NTT atas Pemberitaan Dugaan Kekerasan Wartawan di NTT

Selasa, 5 Mei 2026 - 11:39 WITA

Dari Room Karaoke ke Peti Mati: Kisah Tragis Dua LC Asal Jawa di Labuan Bajo

Berita Terbaru