Diduga Kabur ke Malaysia
Informasi terakhir menyebutkan, beberapa minggu sebelum menghilang, Hamed sempat mengurus paspor di kantor Imigrasi dengan alasan hendak menjalankan tugas dari “atasannya”. Ia kemudian dikabarkan melarikan diri ke Malaysia, meninggalkan para korban tanpa pertanggungjawaban.
Hingga kini, pihak berwajib belum mengeluarkan keterangan resmi terkait laporan kasus ini. Namun warganet mendesak agar polisi segera memburu pelaku yang telah mencoreng nama institusi TNI melalui aksi penipuan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Reaksi Warganet: Waspada Penipuan di Dunia Maya
Kasus ini menuai banyak reaksi dari warganet. Banyak yang menyoroti perilaku pelaku yang memanfaatkan aplikasi MiChat sebagai sarana mencari korban, sementara sebagian lain mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam menjalin hubungan daring.
“Zaman sekarang orang bisa pakai seragam palsu, ID palsu, bahkan pangkat palsu. Jangan gampang percaya hanya karena dikasih perhatian,” tulis salah satu netizen di kolom komentar unggahan akun @viralkupang.ntt.
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat, terutama perempuan muda, agar lebih waspada terhadap penipuan berkedok profesi dan cinta online. Fenomena “TNI gadungan” bukan hal baru, namun masih terus memakan korban yang terlena oleh romantisme dan citra gagah seorang prajurit.
Akhir yang Pahit
Kini, Santi dan beberapa korban lainnya hanya bisa berharap agar pelaku segera tertangkap dan bertanggung jawab atas perbuatannya. Meski kisahnya pahit, ia memilih untuk angkat bicara agar tidak ada lagi korban berikutnya.
“Saya tidak mau perempuan lain mengalami hal yang sama. Saya sudah hancur, tapi semoga ini bisa jadi pelajaran buat banyak orang,” kata Santi.
Kasus TNI gadungan bernama Hamed ini menambah panjang daftar penipuan asmara yang menjerat korban melalui aplikasi pertemanan daring. Modus serupa terus berulang — memanfaatkan kepercayaan, kebodohan cinta, dan simbol kehormatan profesi tertentu untuk menipu korbannya.
Publik berharap aparat segera turun tangan dan menindak tegas pelaku agar tidak ada lagi wanita yang menjadi korban dari “seragam palsu dan cinta palsu.”
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2







