INFOLABUANBAJO.ID — Kasus mencengangkan kembali mengguncang tubuh kepolisian. Seorang oknum anggota Polri di lingkungan Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) diduga mencuri sembilan pucuk senjata api (senpi) dari gudang penyimpanan senjata dinas. Lebih parah lagi, senjata-senjata tersebut diduga dijual hingga ke Bali.
Kepala Bidang Humas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra, mengungkapkan bahwa kasus ini terbongkar setelah Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko memerintahkan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan senjata api di seluruh jajaran kepolisian.
“Dari hasil evaluasi ditemukan sembilan pucuk senjata api yang disalahgunakan atau digelapkan dari gudang penyimpanan,” ungkap Henry dalam keterangan resmi, Selasa (21/10/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tim Gabungan Bergerak Cepat
Menindaklanjuti temuan itu, Polda NTT langsung membentuk tim gabungan dari Biro Logistik dan Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) untuk melakukan penyelidikan internal. Hasil penyelidikan menunjukkan adanya dugaan kuat keterlibatan seorang anggota kepolisian dalam penggelapan senjata tersebut.
Tak butuh waktu lama, tim gabungan berhasil menelusuri jejak sebagian senjata yang hilang. Dua dari sembilan pistol dinas itu ditemukan di wilayah Bali, dan dipastikan merupakan senjata milik Polda NTT.
“Tim menemukan dua pucuk senjata api dinas milik Polda NTT di Bali,” ujar Henry.
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Kumparan.com
Halaman : 1 2 Selanjutnya







