“Budaya Manggarai tidak boleh berhenti sebagai cerita masa lalu. Ia harus terus diperkenalkan, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.
Remegius Supardi Goel menilai keterlibatannya sebagai bentuk tanggung jawab moral terhadap identitas daerah. Ia berharap partisipasi mahasiswa dalam ajang budaya dapat mendorong semakin banyak anak muda terlibat dalam kegiatan pelestarian tradisi.
“Budaya adalah jati diri kita. Generasi muda harus berdiri di depan untuk merawat dan memperjuangkannya. Kalau bukan sekarang, kapan lagi,” kata Remegius.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Keikutsertaan tiga mahasiswa ini dinilai sebagai sinyal meningkatnya kesadaran budaya di lingkungan kampus. Perguruan tinggi, menurut sejumlah dosen, memiliki peran strategis dalam membentuk duta-duta muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki komitmen terhadap pelestarian budaya lokal.
Momentum ini diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda NTT untuk lebih aktif menghidupkan kembali tradisi, seni, dan nilai-nilai kearifan lokal di tengah arus modernisasi.
Penulis : Ofantri Nero
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2







