Labuan Bajo Cantik untuk Difoto, Tapi Trotoarnya Mati untuk Pejalan Kaki

- Redaksi

Kamis, 19 Februari 2026 - 18:16 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Labuan Bajo Cantik untuk Difoto, Tapi Trotoarnya Mati untuk Pejalan Kaki

Labuan Bajo Cantik untuk Difoto, Tapi Trotoarnya Mati untuk Pejalan Kaki

Pertanyaannya sederhana: sampai kapan ini dibiarkan?

Apakah trotoar akan terus menjadi korban kompromi antara aturan dan pembiaran? Apakah kota ini rela mempertaruhkan citranya demi kenyamanan segelintir pengendara yang enggan mencari parkir resmi? Ataukah pemerintah dan masyarakat akan memilih untuk benar-benar menjaga wajah kota ini?

Penertiban tidak boleh bersifat seremonial. Ia harus konsisten, tegas, dan berkelanjutan. Tanpa ketegasan, pelanggaran akan terus dianggap sebagai hal biasa. Tanpa sanksi nyata, aturan hanya akan menjadi pajangan.

Namun tanggung jawab ini tidak hanya berada di pundak pemerintah. Masyarakat juga memegang peran kunci. Kota wisata tidak bisa dibangun oleh pemerintah saja. Ia membutuhkan partisipasi warganya. Menghormati trotoar adalah bentuk sederhana dari menghormati kota sendiri.

Labuan Bajo sedang berdiri di persimpangan. Di satu sisi, ia dipromosikan sebagai destinasi super premium. Di sisi lain, ia masih bergulat dengan persoalan dasar seperti trotoar yang dikuasai kendaraan. Kontradiksi ini tidak bisa dibiarkan terus berlangsung.

Baca Juga:  Goa Batu Cermin, Obyek Wisata yang Wajib Anda Kunjungi Saat Liburan di Labuan Bajo

Pariwisata bukan hanya soal menjual pemandangan. Ia adalah tentang pengalaman menyeluruh. Dan pengalaman itu dimulai dari langkah pertama wisatawan di trotoar kota ini.

Jika trotoar saja tidak aman bagi pejalan kaki, maka yang dipertaruhkan bukan hanya kenyamanan, tetapi martabat Labuan Bajo sebagai kota wisata dunia.

Entah sampai kapan trotoar di kota ini akan terus diparkiri. Namun satu hal pasti: setiap hari pembiaran adalah satu langkah mundur bagi mimpi besar Labuan Bajo.

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Warga Manggarai Barat Tolak Kuota 1.000 Wisatawan di Pulau Padar, Ini Alasan Lengkapnya
Kontras Sikap NasDem: Anggota DPR RI Dukung Pembatasan Wisatawan, DPRD Manggarai Barat Teken Petisi Penolakan
Tangis Pekerja Wisata di Labuan Bajo: Dampak Kuota 1.000 Wisatawan, Rencana Nikah 2027 Batal
Taman Nasional Komodo Jadi Destinasi Terindah ke-2 Dunia, Ini Cara Menikmatinya ala Luxury Getaway di Meruorah
Ribuan Massa Siap Demo! Pelaku Wisata Labuan Bajo Tolak Pembatasan 1.000 Pengunjung ke TN Komodo
Pariwisata Labuan Bajo Bergejolak, Kuota Kunjungan TN Komodo Picu Polemik
Viral Wisatawan Dilarang Naik ke Pulau Padar, Kuota Penuh 1.000 Orang per Hari Jadi Penyebab
Indonesia Pinjamkan 2 Komodo ke Jepang, Ditukar Jerapah dan Panda Merah, Ini Tujuan Sebenarnya

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 17:39 WITA

Kontras Sikap NasDem: Anggota DPR RI Dukung Pembatasan Wisatawan, DPRD Manggarai Barat Teken Petisi Penolakan

Senin, 13 April 2026 - 22:26 WITA

Tangis Pekerja Wisata di Labuan Bajo: Dampak Kuota 1.000 Wisatawan, Rencana Nikah 2027 Batal

Sabtu, 11 April 2026 - 10:50 WITA

Taman Nasional Komodo Jadi Destinasi Terindah ke-2 Dunia, Ini Cara Menikmatinya ala Luxury Getaway di Meruorah

Kamis, 9 April 2026 - 22:13 WITA

Ribuan Massa Siap Demo! Pelaku Wisata Labuan Bajo Tolak Pembatasan 1.000 Pengunjung ke TN Komodo

Rabu, 8 April 2026 - 09:50 WITA

Pariwisata Labuan Bajo Bergejolak, Kuota Kunjungan TN Komodo Picu Polemik

Berita Terbaru

Pada Senin (14/4/2026), Weng bertemu dengan Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia (TMI), Don Muzakir, di Gedung Pusat TMI.

Pemerintah

Aksi Nyata Wabup Manggarai Barat Jemput Program Pertanian ke Pusat

Kamis, 16 Apr 2026 - 13:02 WITA