Idrus juga menjelaskan bahwa pasien berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi dan selama ini mengandalkan layanan BPJS Kesehatan. Namun, demi keselamatan pasien, keluarga menyatakan siap mencari cara untuk menanggung biaya pengobatan apabila diperlukan.
“Sebenarnya ibu ini tidak mampu dan menggunakan BPJS. Tapi kalau memang harus bayar, kami akan berusaha. Bukan itu masalahnya. Yang kami pertanyakan adalah kenapa dia tidak bisa diterima lagi di rumah sakit ini,” kata dia.
Ia menilai keputusan blacklist tersebut berpotensi membahayakan keselamatan pasien, terutama jika di kemudian hari pasien dirujuk oleh fasilitas kesehatan lain ke RS Siloam Labuan Bajo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kalau suatu saat Rumah Sakit Umum merujuk pasien ke sini lalu di sini ditolak, bagaimana nasib pasien? Ini menyangkut nyawa manusia. Karena itu saya akan memperjuangkan agar adik saya bisa diterima kembali di rumah sakit ini,” ujar Idrus.
Idrus mengatakan pihak keluarga berharap dapat bertemu langsung dengan Direktur RS Siloam Labuan Bajo untuk meminta penjelasan mengenai keputusan tersebut. Namun hingga kini, menurut dia, pihak keluarga belum berhasil menemui pimpinan rumah sakit.
“Mereka mengatakan keputusan ini berasal dari direktur. Karena itu saya ingin bertemu langsung untuk menanyakan persoalan sebenarnya. Tapi sampai sekarang kami belum bisa bertemu dan perwakilan yang ada juga tidak memberikan penjelasan yang jelas,” kata dia.
Keluarga pasien juga berharap pemerintah daerah dan pihak terkait dapat turun tangan menyikapi persoalan tersebut. Menurut Idrus, rumah sakit sebagai fasilitas pelayanan kesehatan seharusnya menjadi tempat masyarakat memperoleh pertolongan, terutama bagi masyarakat dengan keterbatasan ekonomi.
“Saya harap pemerintah juga melihat persoalan ini. Rumah sakit dibangun untuk melayani masyarakat, apalagi bagi masyarakat kecil. Keputusan seperti ini sangat merugikan kami,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, redaksi Info Labuan Bajo masih berupaya meminta konfirmasi dari Direktur RS Siloam Labuan Bajo melalui pesan WhatsApp. Namun, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan terkait peristiwa tersebut.
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2







