Di Bawah Jas Hujan Tukang Parkir: Cermin Ketertiban Pasar Batu Cermin

- Redaksi

Jumat, 13 Maret 2026 - 11:37 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di Bawah Jas Hujan Tukang Parkir: Cermin Ketertiban Pasar Batu Cermin

Di Bawah Jas Hujan Tukang Parkir: Cermin Ketertiban Pasar Batu Cermin

Di sisi lain, kejadian yang berulang di lokasi yang sama tentu tidak bisa dianggap biasa. Dua insiden dalam waktu yang tidak terlalu lama memberi sinyal bahwa ada sesuatu yang perlu mendapat perhatian serius dalam pengelolaan kawasan Pasar Batu Cermin.

Pasar adalah ruang yang sangat dinamis. Di sana bertemu berbagai aktivitas sekaligus: pedagang, pembeli, kendaraan yang keluar masuk, serta masyarakat yang menggunakan jalan yang sama. Jika ruang yang terbatas ini tidak diatur dengan baik—baik dari sisi parkir, lalu lintas kendaraan, maupun penataan aktivitas perdagangan—potensi gesekan antar pengguna ruang akan mudah terjadi.

Baca Juga:  Jangan Percaya Janji Manis Para Calon Bupati, Tanpa Bukti

Karena itu, peristiwa ini semestinya menjadi perhatian dinas terkait,. Respon yang serius penting untuk memahami penyebab yang lebih mendasar: apakah terkait pengaturan parkir, kepadatan lalu lintas, keterbatasan ruang jalan, atau pola interaksi antara pedagang, petugas parkir, dan pengguna jalan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun menjaga ketertiban pasar bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Pasar adalah ruang bersama. Ketertiban hanya dapat tercipta jika semua pihak ikut menjaga: pedagang yang tertib memanfaatkan ruang, masyarakat yang disiplin memarkir kendaraan, pengguna jalan yang saling menghargai, serta petugas yang menjalankan tugas dengan kesabaran.

Baca Juga:  Labuan Bajo: Belajar dari Bali Menata Keselamatan Pariwisata Super Premium

Tanpa kesadaran bersama, aturan sebaik apa pun sulit berjalan. Peristiwa dalam video itu seharusnya tidak berhenti sebagai tontonan media sosial, tetapi menjadi pengingat bahwa pasar bukan sekadar ruang transaksi ekonomi, melainkan juga ruang perjumpaan sosial—tempat nilai saling menghormati dan kepedulian terhadap sesama tetap hidup.

Semoga kejadian seperti ini tidak lagi terulang. Dan semoga Pasar Batu Cermin tetap menjadi ruang yang tertib, manusiawi, dan saling menghargai—tempat di mana setiap orang yang mencari nafkah, termasuk seorang bapak tua yang berdiri di bawah jas hujan mengatur kendaraan, tetap diperlakukan dengan hormat dan bermartabat.

Penulis : Om EK

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Labuan Bajo Cantik untuk Difoto, Tapi Trotoarnya Mati untuk Pejalan Kaki
Ketika Kepala Dinas Pariwisata Manggarai Barat Jadi “Dewa Pers”
Duka di Ngada: Saat Administrasi Menjadi Tembok Penentu Hidup dan Mati
Labuan Bajo: Belajar dari Bali Menata Keselamatan Pariwisata Super Premium
Selain KSOP, Pemilik Kapal Juga Harus Diproses Hukum
Surat Ada, Nyawa Melayang: Mengapa KSOP Membiarkan Kapal Tetap Berlayar ke Padar?
DPRD Manggarai Barat dan Keberanian yang Hilang di Pulau Sebayur
Lebih Sayang Binatang Ketimbang Nyawa Manusia? Catatan Kritis untuk Kasus Gigitan Anjing Rabies di Manggarai Raya

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 11:37 WITA

Di Bawah Jas Hujan Tukang Parkir: Cermin Ketertiban Pasar Batu Cermin

Kamis, 19 Februari 2026 - 18:16 WITA

Labuan Bajo Cantik untuk Difoto, Tapi Trotoarnya Mati untuk Pejalan Kaki

Rabu, 11 Februari 2026 - 09:35 WITA

Ketika Kepala Dinas Pariwisata Manggarai Barat Jadi “Dewa Pers”

Kamis, 5 Februari 2026 - 12:25 WITA

Duka di Ngada: Saat Administrasi Menjadi Tembok Penentu Hidup dan Mati

Selasa, 6 Januari 2026 - 11:35 WITA

Labuan Bajo: Belajar dari Bali Menata Keselamatan Pariwisata Super Premium

Berita Terbaru

Ketryn Peto Menikah di Ruteng, Ruben Onsu Dampingi Betrand Peto

ARTIKEL

Ketryn Peto Menikah di Ruteng, Ruben Onsu Dampingi Betrand Peto

Selasa, 28 Apr 2026 - 19:34 WITA