Di sisi lain, kejadian yang berulang di lokasi yang sama tentu tidak bisa dianggap biasa. Dua insiden dalam waktu yang tidak terlalu lama memberi sinyal bahwa ada sesuatu yang perlu mendapat perhatian serius dalam pengelolaan kawasan Pasar Batu Cermin.
Pasar adalah ruang yang sangat dinamis. Di sana bertemu berbagai aktivitas sekaligus: pedagang, pembeli, kendaraan yang keluar masuk, serta masyarakat yang menggunakan jalan yang sama. Jika ruang yang terbatas ini tidak diatur dengan baik—baik dari sisi parkir, lalu lintas kendaraan, maupun penataan aktivitas perdagangan—potensi gesekan antar pengguna ruang akan mudah terjadi.
Karena itu, peristiwa ini semestinya menjadi perhatian dinas terkait,. Respon yang serius penting untuk memahami penyebab yang lebih mendasar: apakah terkait pengaturan parkir, kepadatan lalu lintas, keterbatasan ruang jalan, atau pola interaksi antara pedagang, petugas parkir, dan pengguna jalan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun menjaga ketertiban pasar bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Pasar adalah ruang bersama. Ketertiban hanya dapat tercipta jika semua pihak ikut menjaga: pedagang yang tertib memanfaatkan ruang, masyarakat yang disiplin memarkir kendaraan, pengguna jalan yang saling menghargai, serta petugas yang menjalankan tugas dengan kesabaran.
Tanpa kesadaran bersama, aturan sebaik apa pun sulit berjalan. Peristiwa dalam video itu seharusnya tidak berhenti sebagai tontonan media sosial, tetapi menjadi pengingat bahwa pasar bukan sekadar ruang transaksi ekonomi, melainkan juga ruang perjumpaan sosial—tempat nilai saling menghormati dan kepedulian terhadap sesama tetap hidup.
Semoga kejadian seperti ini tidak lagi terulang. Dan semoga Pasar Batu Cermin tetap menjadi ruang yang tertib, manusiawi, dan saling menghargai—tempat di mana setiap orang yang mencari nafkah, termasuk seorang bapak tua yang berdiri di bawah jas hujan mengatur kendaraan, tetap diperlakukan dengan hormat dan bermartabat.
Penulis : Om EK
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2






