Akhirnya, korban memilih meninggalkan lokasi demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Sebelum pergi, korban sempat mengatakan kepada pelaku bahwa dirinya tinggal di kawasan Ketentang.
JWS berharap aparat kepolisian setempat segera menindaklanjuti kejadian tersebut. Ia menilai aksi seperti ini dapat merusak rasa aman, terutama bagi wisatawan yang berkunjung ke Labuan Bajo.
“Kejadian seperti ini bisa membuat tamu, baik lokal maupun asing, merasa tidak nyaman. Saya harap polisi bisa segera bertindak,” tegasnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dari hasil penelusuran awal, terduga pelaku diketahui berinisial JM dan disebut-sebut bekerja di sektor pariwisata. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait penanganan kasus tersebut.
Kasus ini menambah daftar kekhawatiran terkait potensi aksi premanisme di destinasi super prioritas tersebut. Diperlukan langkah tegas aparat untuk menjaga citra pariwisata Labuan Bajo sebagai kawasan yang aman dan nyaman bagi semua pengunjung.
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2







