INFOLABUANBAJO.ID — Proyek jalan miliaran rupiah milik Badan Pelaksana Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BPOPLBF) kini tengah berada di bawah sorotan tajam. Aroma masalah mulai tercium ketika jalan akses menuju kawasan Parapuar, Labuan Bajo, terlihat tak beraspal dan hanya berupa hamparan sertu tak rata. Kini, tim ahli dari Politeknik Kupang bersama Kejaksaan Negeri Manggarai Barat turun tangan untuk memeriksa langsung di lokasi.
Pada Minggu, 27 Juli 2025, sejumlah nama penting tampak berada di lokasi proyek. Mereka bukan sedang menghadiri seremoni peresmian, melainkan menyusuri jejak ketidakwajaran dalam proyek jalan senilai Rp 2,9 miliar ini. Turut hadir tim ahli, jaksa dari Kejari Mabar, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BPOPLBF Jose Rizal, beberapa pegawai BPOPLBF, hingga pihak kontraktor.
Aloisius Gregorius Latif, salah satu anggota tim ahli dari Politeknik Kupang, menegaskan bahwa timnya tengah mengukur volume pekerjaan sekaligus mengambil sampel material untuk diuji di laboratorium.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami cek seluruh volume dan jenis campuran. Saluran, urukan, tembok penahan pun ikut kami periksa. Senin ini, kami ambil sampel untuk uji kualitas,” jelas Aloisius saat ditemui di lapangan.
Namun yang mengejutkan, investigasi di lapangan menemukan bahwa proyek yang seharusnya telah selesai ini belum menyentuh tahap pengaspalan. Jalan terlihat dibiarkan setengah jadi, memunculkan pertanyaan besar: ke mana sebenarnya anggaran itu mengalir?
Dokumen Raib, Kontraktor Menghilang, Dana Miliaran Ambyar?
PPK proyek, Jose Rizal, yang awalnya enggan diwawancara, akhirnya angkat bicara. Ia mengakui bahwa dirinya sudah dua kali diperiksa oleh Kejari Mabar.
“Kami diperiksa selama dua hari. Masih banyak dokumen yang tercecer atau belum tersedia. Untuk melengkapinya kami harus koordinasi dengan staf kantor,” jelasnya.
Diketahui, proyek ini merupakan bagian dari anggaran tahun 2024 dengan nilai awal Rp 2,9 miliar. Namun dalam proses tender, proyek dimenangkan oleh CV Cipta Jaya Piranti dengan penawaran sebesar Rp 2,3 miliar. Setelah evaluasi ulang, nilai pekerjaan menyusut menjadi Rp 1,8 miliar.
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2 Selanjutnya







