Sorotan Menguat: Komite Sekolah Ikut Kebagian Jatah Rp48 Juta di SMKN 1 Labuan Bajo

- Redaksi

Sabtu, 13 September 2025 - 20:47 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sorotan Menguat: Komite Sekolah Ikut Kebagian Jatah Rp48 Juta di SMKN 1 Labuan Bajo

Sorotan Menguat: Komite Sekolah Ikut Kebagian Jatah Rp48 Juta di SMKN 1 Labuan Bajo

INFOLABUANBAJO.ID — Rapat komite SMK Negeri 1 Labuan Bajo pada Rabu (10/9/2025) berlangsung panas setelah sejumlah orang tua siswa mempertanyakan transparansi pengelolaan dana sekolah yang nilainya ditaksir mencapai Rp4,8 miliar per tahun.

Selain sorotan pada alokasi perjalanan dinas dan konsumsi tamu sebesar Rp200 juta, muncul pula pertanyaan besar mengenai anggaran operasional komite sekolah yang tercatat mencapai Rp48 juta.

Dana Komite Disorot

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam laporan pertanggungjawaban Tahun Ajaran 2024/2025, komite sekolah bukan hanya berfungsi sebagai pengawas dan pemberi masukan, tetapi juga menerima alokasi anggaran tersendiri. Pos “operasional komite” senilai Rp48 juta dianggap janggal, sebab pungutan komite sejatinya dipungut dari orang tua siswa untuk mendukung kebutuhan pendidikan, bukan untuk kepentingan internal pengurus komite.

Baca Juga:  Unika St. Paulus Ruteng Apresiasi Keberanian Korban Kekerasan Seksual, Tegaskan Tak Ada Toleransi bagi Pelanggar Etika

“Komite seharusnya berdiri di pihak orang tua, menjadi mitra kritis sekolah. Tapi di sini justru ikut menikmati dana. Bagaimana bisa objektif kalau mereka ikut kebagian anggaran?” ujar Oktavianus Dalang, salah satu orang tua siswa yang menolak menandatangani berita acara rapat.

Beban Pungutan Berat

Baca Juga:  Diprotes Demokrat, Bupati Manggarai Ralat Syarat Lunas PBB

Oktavianus menegaskan, pungutan komite sebesar Rp1,5 juta per siswa—dengan total Rp2,34 miliar per tahun—sudah sangat membebani orang tua. Namun, sebagian dana justru dialokasikan untuk pos-pos yang tidak langsung terkait pembelajaran siswa, termasuk Rp48 juta untuk komite, Rp100 juta perjalanan dinas, dan Rp100 juta konsumsi tamu.

“Orang tua diperas lewat pungutan, tapi uangnya dipakai bukan untuk anak-anak. Ada dana untuk jalan-jalan, ada dana untuk jamuan, bahkan komite ikut dapat bagian. Ini sudah keluar dari semangat pendidikan,” tegasnya.

Penulis : Tim Info Labuan Bajo

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Guru Datangi Rumah Siswa Sakit, Pastikan Tetap Ikut Ujian AAS 2026
Heboh Oknum Guru Diduga Caci Maki di Medsos, Warga Surati Bupati Manggarai Hery Nabit
Rektor Unika St. Paulus Ruteng: Finalis Putra Putri Budaya NTT Bukti Kampus Lahirkan Generasi Berakar Budaya
Ironi Labuan Bajo: Hotel Mewah Berdiri, Siswa SDI Macang Tanggar Berjalan Tanpa Alas Kaki dan Tanpa MBG
Puluhan Pelajar SD dan SMP di Kuwus Manggarai Barat Keracunan Makanan MBG
Unika St. Paulus Ruteng Apresiasi Keberanian Korban Kekerasan Seksual, Tegaskan Tak Ada Toleransi bagi Pelanggar Etika
Penjelasan Unika St. Paulus Ruteng Soal Imam ILS yang Lakukan Kekerasan Seksual Terhadap Mahasiswi
BRI dan Poltek eL Bajo Commodus Siapkan Kartu Mahasiswa Multifungsi yang Juga Berfungsi sebagai Kartu ATM

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 18:18 WITA

Guru Datangi Rumah Siswa Sakit, Pastikan Tetap Ikut Ujian AAS 2026

Selasa, 21 April 2026 - 10:34 WITA

Heboh Oknum Guru Diduga Caci Maki di Medsos, Warga Surati Bupati Manggarai Hery Nabit

Senin, 16 Februari 2026 - 22:26 WITA

Rektor Unika St. Paulus Ruteng: Finalis Putra Putri Budaya NTT Bukti Kampus Lahirkan Generasi Berakar Budaya

Jumat, 13 Februari 2026 - 17:55 WITA

Ironi Labuan Bajo: Hotel Mewah Berdiri, Siswa SDI Macang Tanggar Berjalan Tanpa Alas Kaki dan Tanpa MBG

Kamis, 29 Januari 2026 - 17:55 WITA

Puluhan Pelajar SD dan SMP di Kuwus Manggarai Barat Keracunan Makanan MBG

Berita Terbaru