SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BREAKING NEWS: Seorang Pria Ditemukan Tewas di Trotoar Dekat Gereja Katedral Lama Ruteng Pria Ini Ditangkap Gegara Selundupkan Ratusan Batang Detonator Diduga Untuk Bom Ikan di Labuan Bajo Senator Stevi Harman Turunkan Alat Berat Bantu Buka Kembali Akses Jalan yang Putus Selama 3 Bulan Tragedi Kapal Tenggelam di Perairan Labuan Bajo, Angkut 10 Penumpang: 6 WNA-4 WNI Uangnya Mereka Pungut, Tapi Masyarakat Miskinnya Mereka Tidak Urus, Keperihatinan Bupati Edi Soal Pengelolaan TNK

Info Labuan Bajo - Redaksi
Selasa, 24 Juni 2025 - 11:14 WITA
Kepala Desa Batu Cermin, Marianus Yono Jehanu.
Kepala Desa Batu Cermin, Marianus Yono Jehanu, didapuk menjadi narasumber dalam kegiatan “Sharing Knowledge Desa Berketahanan Pangan dan Iklim”. Ia berbagi panggung dengan Kepala Desa Sidan dari Gianyar, Bali, yang juga ditetapkan sebagai desa sukses dalam pengelolaan Dana Desa untuk ketahanan pangan.
Di hadapan perwakilan pemerintah daerah dari 11 provinsi, Yono menjelaskan inovasi ini berawal dari usulan pemuda desa pada Musyawarah Desa 2024. “Kami langsung merespon, Dana Desa kami arahkan untuk mendukung inisiatif ini sebagai bagian dari program ketahanan pangan desa,” kata Yono.
Langkah ini menjadi solusi atas kondisi geografis Desa Batu Cermin yang minim sumber mata air dan memiliki curah hujan tak menentu. Menurut Yono, kondisi tersebut membuat pertanian konvensional tidak optimal, padahal permintaan pangan dari sektor pariwisata yang tumbuh pesat sangat tinggi. Sebelumnya, pasokan pangan untuk hotel dan kapal wisata didatangkan dari luar Manggarai Barat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan modal awal Rp 36 juta dari Dana Desa 2024, enam petani milenial berhasil membudidayakan selada keriting menggunakan metode hidroponik dan meraup omzet Rp 54 juta. Hasil panen dipasarkan ke hotel, restoran, hingga kapal wisata di Labuan Bajo.
Melihat permintaan yang terus meningkat, pemerintah desa pada 2025 mengalokasikan Rp 258 juta atau 20 persen dari Dana Desa untuk ketahanan pangan melalui BUMDes Mitra Bersama Batu Cermin. Dana tersebut digunakan untuk menambah jumlah tenda produksi menjadi 20 unit dan menyerap 14 petani milenial.
Kepala Badan Pengembangan dan Informasi Desa PDTT, Mulyadin Malik, menyebutkan kegiatan ini merupakan puncak dari dokumentasi praktik baik empat desa inspiratif, termasuk Batu Cermin. “Ini menjadi bahan pembelajaran bagi desa-desa lain yang rawan pangan dan terdampak perubahan iklim,” ujarnya.
Menteri Desa PDTT, Yandri Susanto, dalam sambutannya menekankan pentingnya inovasi untuk menghadapi perubahan iklim. Ia mendorong gerakan menanam di lahan terbatas, termasuk dengan sistem vertikal.
Yandri juga melihat potensi desa-desa inovatif ini sebagai pemasok untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). “Nanti kalau bapak ibu tanam di desa, langsung diserap sama dapur Makan Bergizi,” katanya.
Penulis : Fons Abun
Editor : R. Nahal
Halaman : 1 2
Berita Terkait
Berita Terbaru
Berita Terkait
Kamis, 16 April 2026 - 13:02 WITA
Aksi Nyata Wabup Manggarai Barat Jemput Program Pertanian ke PusatRabu, 10 Desember 2025 - 18:20 WITA
Kadis P2KB Manggarai Barat Evaluasi Capaian Program Bangga Kencana 2025Selasa, 2 Desember 2025 - 13:18 WITA
Pol PP Manggarai Barat Gelar Sosialisasi dan Simulasi Penanggulangan Kebakaran, Pelaku Usaha Diingatkan Soal Standar KeamananKamis, 23 Oktober 2025 - 11:33 WITA
Dinas P2KB dan Kemenag Manggarai Barat Bersinergi Tekan Stunting Lewat Pendampingan Calon PengantinKamis, 16 Oktober 2025 - 17:31 WITA
Buntut Ucapan Lely Rotok: Warga di Taman Nasional Komodo Bongkar Bukti Pembayaran PajakBerita Terbaru
Breaking News
Heboh Oknum Guru Diduga Caci Maki di Medsos, Warga Surati Bupati Manggarai Hery Nabit
Selasa, 21 Apr 2026 - 10:34 WITA
Hukum & Kriminal
Hati-hati! Memviralkan Orang Berutang Bisa Dipidana, Ini Ancaman Hukumnya
Senin, 20 Apr 2026 - 18:35 WITA
Hukum & Kriminal
Ditanya Soal Dugaan Penghinaan Wartawan, Emiliana Helni Beri Jawaban Mengejutkan
Senin, 20 Apr 2026 - 16:16 WITA
Breaking News
BREAKING NEWS: Guru SD di Ruteng Berinisial EH Diperiksa Polres Manggarai Barat Terkait Kasus Ini
Senin, 20 Apr 2026 - 10:58 WITA
Hukum & Kriminal
Minggu, 19 Apr 2026 - 23:08 WITA
