Namun, presentasi BPOLBF secara terbuka mengangkat tantangan serius di sektor keamanan. Laporan dari “Market China: Safety Challenges and Incidents for Chinese tourist” menyebutkan adanya lonjakan insiden keselamatan di wilayah ASEAN, termasuk Labuan Bajo. “Beberapa insiden mencakup kecelakaan transportasi darat (termasuk 5 kecelakaan bus dan 18 korban jiwa sejak awal 2024), kecelakaan aktivitas air, serta kejahatan kecil,” jelas Frans. Keluhan wisatawan Tiongkok disebut terus meningkat dan terekam melalui hotline konsuler.
Menanggapi hal ini, BPOLBF merekomendasikan serangkaian tindak lanjut, di antaranya regulasi ketat terhadap operator aktivitas air, inspeksi berkala kendaraan wisata, serta pemasangan papan informasi keselamatan dalam bahasa Mandarin di lokasi berisiko tinggi.
Isu keselamatan juga diperkuat dalam bagian “Tim Crisis Center” yang menyoroti rentannya industri pariwisata terhadap bencana, seperti kebakaran dan kapal tenggelam yang kerap disebabkan oleh cuaca buruk dan kesalahan manusia. BPOLBF menegaskan urgensi untuk membangun destinasi yang aman, nyaman, dan berkelanjutan guna meningkatkan kepercayaan wisatawan domestik maupun mancanegara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain isu keamanan, BPOLBF juga menggelar Forum Stakeholder pada 18 Juni 2025 yang membahas dampak letusan Gunung Lewotobi, masalah sampah, dan isu spasial. Badan ini juga merinci tindak lanjut kunjungan kerja ke lima kabupaten di Flores—Ende, Nagekeo, Ngada, Manggarai Timur, dan Manggarai—yang berfokus pada promosi event, pemetaan gastronomi, hingga penanganan isu sosial.
Penulis : Fons Abun
Editor : R. Nahal
Halaman : 1 2







