“Theresa Bakery ini toko pertama di Labuan Bajo yang serius mengembangkan kompiang menjadi oleh-oleh khas,” jelas Pak Viktor. “Dulu orang kenal kompiang biasa saja. Kami coba kreasikan dengan menjaga resep aslinya agar rasanya tetap otentik tapi kemasannya lebih modern.”
Mendengar cerita itu, Arya dan Rina semakin yakin dengan pilihan mereka. Mereka tidak hanya membeli, tapi juga membawa pulang sebuah sejarah kuliner. Mereka sengaja memilih dua varian andalan: Kompiang Original dengan rasa asin gurih yang khas dan taburan wijen royal, serta Kompiang Daging yang berisi cincangan daging sapi kaya rempah.
Kini, di dalam pesawat yang membawa mereka kembali ke hiruk pikuk Jakarta, aroma samar kompiang dari tas jinjing mereka seolah menjadi pengingat akan ketenangan Labuan Bajo. Rina membayangkan kembali tekstur roti itu: garing renyah di luar, namun lembut dan sedikit kenyal di bagian dalam. Sementara Arya sudah merencanakan dengan siapa saja ia akan berbagi oleh-oleh istimewa itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagi Arya dan Rina, kompiang dari Theresa Bakery bukan lagi sekadar roti wijen. Itu adalah cerita tentang keramahan Pak Viktor Mantara, tentang toko roti pertama yang mengangkat derajat kompiang, dan tentang sebuah perjalanan tak terlupakan di ujung barat Flores. Saat mereka mendarat di Jakarta nanti, mereka tidak hanya membawa pulang sebuah roti, tetapi juga sepotong kehangatan dan rasa otentik Labuan Bajo.
Penulis : Fons Abun
Halaman : 1 2







