INFOLABUANBAJO.ID – Ancaman gagal tanam membayangi ratusan petani di Desa Compang Longgo dan krisis pengelolaan air bersih melanda Desa Pantar. Dua persoalan krusial ini menjadi catatan utama anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Manggarai Barat, Hasanudin, dalam reses masa sidang ketiga di daerah pemilihannya, Kecamatan Komodo, Kamis, 21 Agustus 2025.
Menurut Hasanudin, kegiatan ini merupakan bentuk pertanggungjawaban sebagai legislator untuk menyerap aspirasi mendesak dari konstituen. “Pada prinsipnya, anggota DPRD selalu memperjuangkan aspirasi masyarakat yang sifatnya mendesak dan urgen,” kata politikus yang juga Ketua DPD Partai Perindo Manggarai Barat itu.
Di Desa Compang Longgo, ia menemukan kondisi dinding penahan atau bronjong di bendungan Wae Cebong rusak parah. Kerusakan sepanjang kurang lebih 200 meter itu mengancam areal persawahan Walang, yang menjadi tumpuan hidup mayoritas warga. Jika tidak segera diperbaiki, petani dipastikan gagal tanam. “Ini usulan prioritas dari masyarakat agar menjadi P1 (Prioritas Satu),” ujar Hasanudin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Penulis : Fons Abun
Editor : F.A
Halaman : 1 2 Selanjutnya






