INFOLABUANBAJO.ID – Seorang warga berinisial ZN, asal Kaweng, Desa Bangka Kenda, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai, meninggal dunia setelah menunjukkan gejala rabies yang diduga muncul akibat gigitan anjing peliharaannya sendiri.
Korban menghembuskan napas terakhir pada Rabu (22/10/2022) di ruang isolasi Instalasi Gawat Darurat RSUD Ben Mboi Ruteng. Tim medis menyimpulkan bahwa gejala klinis yang dialami korban konsisten dengan rabies.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kronologi Kejadian
Insiden bermula ketika ZN digigit anjingnya pada Juli 2025. Luka gigitan mengenai tangan kiri dan kaki kanan dengan kategori luka tingkat 2. Namun, korban tidak segera mencari perawatan medis, termasuk tidak mendapatkan Vaksin Anti-Rabies (VAR) sebagai tindakan pencegahan awal.
ZN baru mendatangi RSUD Ben Mboi pada Selasa (21/10/2025), atau beberapa bulan setelah gigitan terjadi. Saat tiba di IGD, ia mengeluhkan nyeri perut, sesak napas, dan keringat berlebihan terutama pada malam hari.
Gejala Khas Rabies
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, Safrianus Haryanto Djehaut atau Jefrin Haryanto, menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan dokter menunjukkan pasien mengalami gejala yang sangat identik dengan rabies.
“Pasien terlihat gelisah, air liurnya keluar berlebihan, sulit menelan, dan menunjukkan reaksi takut terhadap air maupun tiupan angin. Berdasarkan gejala tersebut, ia dinyatakan terindikasi rabies,” jelas Jefrin, seperti dilansir Berita Flores.
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Berita Flores
Halaman : 1 2 Selanjutnya







