Kondisinya memburuk keesokan harinya. Tingkat oksigen turun drastis, sesak napas semakin parah, dan air liurnya mulai bercampur darah. Upaya medis tidak mampu menyelamatkan hidupnya, hingga ZN dinyatakan meninggal pada pukul 09.32 WITA, Rabu pagi.
Tidak Pernah Mendapatkan Vaksin
Dinas Kesehatan menegaskan bahwa korban tidak pernah mendapatkan vaksin anti-rabies dari fasilitas kesehatan mana pun sejak terjadinya gigitan pada Juli.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Tidak adanya tindakan medis awal menjadi faktor yang sangat menentukan. Rabies hampir selalu berujung fatal jika vaksin tidak diberikan segera setelah gigitan,” tambah Jefrin.
Peringatan untuk Masyarakat
Kasus ini kembali menjadi alert serius bagi masyarakat Manggarai dan sekitarnya untuk tidak menunda penanganan medis jika mengalami gigitan anjing atau hewan yang berpotensi membawa rabies.
Kasus Serupa di Manggarai Timur
Kasus dugaan rabies kembali menelan korban jiwa di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur. Seorang pria yang disebut dengan sapaan “Om Saf” dalam unggahan media sosial, dikabarkan meninggal dunia setelah sebelumnya mengalami gigitan anjing yang diduga terinfeksi rabies di Desa Wejang Mawe, Kecamatan Lamba Leda Timur.
Kabar duka tersebut awalnya ramai dibagikan melalui akun Facebook Hilarius Rudi D’Don, yang menuliskan ucapan belasungkawa disertai unggahan video singkat kondisi korban saat berada di fasilitas kesehatan.
“Selamat Jalan Om Saf… korban gigitan anjing Rabies asal Uwu, Desa Wejang Mawe, Kecamatan Lamba Leda Timur, Kabupaten Manggarai Timur. #RIP,” tulisnya dalam unggahan tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga maupun Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Timur belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait penyebab kematian korban. Namun, riwayat gigitan hewan penular rabies (HPR) serta kondisi korban sebelum meninggal menguatkan dugaan tersebut.
Kronologi Singkat yang Beredar
- Korban merupakan warga Desa Wejang Mawe, Kecamatan Lamba Leda Timur.
- Ia mengalami gigitan anjing yang diduga membawa virus rabies.
- Setelah dirawat di fasilitas kesehatan, kondisinya memburuk dan akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
- Kabar duka menyebar melalui media sosial dan memicu keprihatinan publik.
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Berita Flores
Halaman : 1 2







